Zulkifli Tetap Semangat Jadi Montir Meski Menyandang Difabel Sejak Kecil

0
13
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Meskipun terlahir dengan kondisi difabel, Zulkifli (28), warga Jalan Perhubungan, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Maros, Sulawesi Selatan, tetap menjalani hidupnya dengan penuh semangat. Zulkifli memiliki bengkel kecil dan ia juga yang menjadi montirnya.

Setelah ayahnya meninggal, 10 tahun silam, Zulkifli meneruskan usaha bengkel ayahnya untuk membantu membiayai ibunya, Daeng Hawa yang kini berumur 59 tahun. Meski tak pernah mengenyam bangku sekolah, Zul mengaku, keahlian menjadi montir ia dapatkan dari belajar dengan ayahnya semenjak masih hidup.

“Sejak lahir memang kondisi saya sudah begini, tidak bisa jalan. Nah kalau usaha bengkel, saya kerjakan sudah 10 tahun, pas bapak saya meninggal dunia. Saya tidak sekolah, tapi saya belajar sama bapak saya soal bengkel,” kata Zulkifli, Rabu (13/03/2019).

Penghasilan Zul dari bengkel tidak seberapa. Dalam satu hari maksimal ia hanya mendapatkan uang Rp 60 Ribu. Tapi terkadang juga tidak mendapatkan apa-apa karena sepi. Uang yang ia hasilkan diberikan ke ibunya, sisanya untuk modal usaha dan kebutuhan sehari-hari.

“Paling banyak itu Rp 60 ribu, tapi juga kadang tidak ada. Namanya usaha begini. Misalnya dapat Rp 15 ribu, saya simpan itu Rp 10 ribu, sisanya buat ibu saya. Untuk saya juga ini saya simpan buat modal saya beli alat,” paparnya.

Selain menjadi montir, Zul juga sering membeli sepeda yang kondisinya kurang baik dari pemulung. Sepeda itu lalu ia perbaiki dan dirakit kembali untuk dijual. Dari situlah Zul bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here