Bukalapak Bantah 13 Juta Data Penggunanya Dibobol Hacker

0
241
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Sebanyak 13 juta data pengguna Bukalapak dikabarkan dibobol hacker asal Pakistan bernama Gnosticplayers.

Dilansir dari laman The Hacker News, Senin (18/3/2019), Gnosticaplayers mengaku berhasil meretas 890 juta akun dari 32 situs beberapa waktu lalu. Dia kemudian menjual data curiannya tersebut dalam beberapa putaran.

Pada putaran pertama ada 620 juta akun dari 16 situs. Di putaran kedua ada 127 juta dari 8 situs. Dan sebanyak 92 juta dari 8 situs ditawarkan pada putaran ketiga.

Saat ini sang hacker memasuki penjualan tahap empat. Di dalamnya berisikan 27 juta akun dari enam situs. Dua di antara situs tersebut berasal dari Indonesia, yakni Bukalapak dan YouthManual. Adapun rinciannya sebagai berikut, .

  • Youthmanual – platform perkuliahan dan karier Indonesia, 1,12 juta akun
  • GameSalad – platform belajar online, 1,5 juta akun
  • Bukalapak – situs jual-beli online, 13 juta akun
  • Lifebear – situs notebook dari Jepang, 3,86 juta akun
  • EstanteVirtual – toko buku online, 5,45 juta akun
  • Coubic – jadwal janjian, 1,5 juta akun

Menanggapi hal tersebut, pihak Bukalapak mengakui bahwa pernah ada upaya dari hacker untuk meretas situs Bukalapak beberapa waktu lalu.

Namun, Head of Corporate Communications Bukalapak Intan Wibisono mengatakan bahwa tidak ada data pengguna yang berhasil dicuri peretas. Ia memastikan bahwa data penting pengguna, seperti password, rekaman finansial, serta informasi pribadi lain milik pengguna, aman dari serangan hacker.

“Kami selalu meningkatkan sistem keamanan di Bukalapak demi memastikan keamanan dan kenyamanan para pengguna Bukalapak, dan memastikan data-data penting pengguna tidak disalahgunakan. Upaya peretasan seperti ini memang sangat berpotensi terjadi di industri digital,” ujar Intan dalam keterangan resminya, Senin (18/3/2019).

Intan pun menghimbau para pengguna Bukalapak untuk lebih memperhatikan keamanan bertransaksi. Ia menyarankan mengganti  password secara berkala serta mengaktifkan Two-Factor Authentication (TFA).

“Fitur FTA diperuntukan mencegah jika ada penggunaan atau penyalahgunaan data penting dari device yang tidak dikenali. Kami juga menyarankan menjaga kerahasiaan password dan menggunakan security guide yang sudah disediakan Bukalapak,” kata Intan.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here