Selama 10 Tahun, Kominfo Sudah Blokir Lebih Dari 11.000 Konten Negatif

0
83
Foto : ist

Jakarta, namalonew.com – Konten negatif seperti radikalisme dan terorisme masih banyak terlihat di media sosial hingga membuat sebagian masyarakat pengguna internet resah. Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) kemudian melakukan pemblokiran. Hasilnya, diperoleh lebih dari 11.000 konten yang memuat radikalisme dan terorisme dari tahun 2009-2019. Kini konten tersebut telah diblokir Kominfo.

Dari laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, konten yang terbanyak diblokir ada di Facebook dan Instagram, yakni sebanyak 8.131 konten.

Kemudian, konten radikalisme dan terorisme juga berhasil ditemukan di berbagi platform seperti video YouTube sebanyak 678 konten, Telegram sebanyak 614 konten, file sharing 502 konten, dan di situs sebanyak 494 konten.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, mengungkapkan tindakan pemblokiran konten sejak 2009-2019 tersebut.

“Sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2017, Kementerian Kominfo melakukan penapisan atau pemblokiran konten yang berkaitan radikalisme dan terorisme sebanyak 323 konten,” ujar Ferdinandus pada Selasa (19/3/2019).

Ferdinandus memberikan imbauan kepada pengguna internet agar tidak menyebarkan konten negatif dan dimohon untuk segera melaporkannya.

“Kementerian Kominfo juga mendorong masyarakat untuk menghindari penyebaran konten yang radikalisme, terorisme dan separatisme. Jika menemukan keberadaan situs seperti itu dapat melaporkannya ke aduankonten.id atau akun twitter @aduankonten,” kata dia.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here