Stasiun Televisi Minta MK Hapus Larangan Quick Count

0
161
Foto : Antvklik.com

Jakarta, namalonews.com – Setidaknya ada lima stasiun televisi meminta Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menghapus larangan quick count pada Pemilu 2019 nanti. Lima stasiun itu adalah Trans TV, Metro TV, RCTI, tvOne, dan Indosiar.

“Penundaan publikasi hasil hitung cepat alih-alih membuat masyarakat tenang, sebaliknya justru berpotensi menimbulkan spekulasi yang tidak terkontrol seputar hasil pemilu,” ujar tim kuasa hukum, Andi Syafrani dkk., dalam berkas permohonan sebagaimana dilansir di website MK, Rabu (20/3/2019).

“Apalagi Pemilu kali ini adalah Pemilu perdana yang menggabungkan Pilpres dan Pileg dalam sejarah Indonesia,” demikian katanya.

Dalam berkas permohonan itu disebutkan bahwa warga pemilih pasti ingin dan sangat antusias untuk segera mendaparkan informasi seputar hasil pemilu dengan cepat.

Maka dengan penundaan hasil quick count ini, hak konstitusional warga negara untuk mendapatkan informasi yang terpercaya dari media yang legal dan terkontrol terancam tercederai.

Saat ini telah ada 33 lembaga survei yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Lembaga tersebut dipersilakan untuk melakukan penghitungan cepat atau quick count Pemilu 2019.

Komisioner KPU, Wahyu Setiawan, beberapa waktu lalu mempersilahkan lembaga-lembaga survei untuk melakukan survey. Namun demikian tetap mengacu pada undang-undang dan peraturan KPU, yakni lembaga survei boleh mengumumkan hasil quick count dua jam setelah pemungutan suara berakhir di Indonesia Barat.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here