DPRD DKI Tetapkan Tarif MRT dan LRT Jakarta

0
92
Foto : CNBC Indonesia/Iswari Anggit

Jakarta, namalonews.com – Dalam Rapat Pimpinan Gabungan (Rapimgab), DPRD DKI Jakarta menetapkan tarif Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan Light Rail Transit (LRT) Jakarta.

“Saya, terima kasih, akhirnya kami putuskan harga tiket MRT senilai Rp8.500 rute Lebak Bulus – Hotel Indonesia dan LRT Rp5.000 rute Kelapa Gading – Velodrome,” kata Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi di Gedung DPRD DKI, Jakarta, pada Senin (25/3/2019).

Prasetyo mengatakan DPRD DKI menetapkan tarif tersebut setelah pembahasan panjang bersama eksekutif.

“Ini melalui pertimbangan yang cukup panjang,  kita tinjau dari berbagai aspek termasuk keterjangakauan ekonomi warga Jakarta, ” ujar Prasetyo.

Sebelumnya, Dewan Transportasi Kota Jakara (DTKJ), yang mengusulkan tarif MRT sebesar Rp 12.000. Tarif ini sudah terintegrasi dengan Jak Lingko. Begitu juga dengan tarif LRT sebesar Rp 10.800 yang terintegrasi dengan Jak Lingko dan Transjakarta.

Namun, usulan tersebut dinilai masih terlalu tinggi, Prasetyo lebih setuju tarif diturunkan tetapi kedua moda ini tetap terintegrasi tarifnya dengan Jak Lingko dan Transjakarta.

“Saya lebih cenderung ke usulan DTKJ. Ini percobaan pertama di Indonesia, khususnya DKI Jakarta punya MRT. Kalau hanya Rp 10.000 tidak terintegrasi, berat juga. Saya juga tidak setuju ada diskon,” ucap Prasetyo.

Sementara, pemprov DKI mengusulkan tarif rata-rata MRT Jakarta sebesar Rp 10.000. Dengan demikian, besaran subsidi yang diusulkan mencapai Rp 21.659 per penumpang.

Dengan asumsi jumlah penumpang 65.000 per hari untuk tahun ini, total anggaran subsidi harga tiket MRT Jakarta yang diusulkan adalah Rp 672 miliar dengan kebutuhan riil Rp 572 miliar.

Berikut usulan tarif MRT dan LRT :

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here