KPU Mengundang 33 Negara Untuk Pantau Pemilu 2019

0
149
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – KPU RI telah mengundang sebanyak 33 penyelenggara Pemilu dari 33 negara untuk memantau jalannya Pemilu 2019 di Indonesia. Selain itu, 33 kedutaan besar negara sahabat juga diundang beserta 11 lembaga independen pemantau internasional.

“Sudah kita kirimkan (undangan) sementara 33 penyelenggara pemilu seluruh negara, 33 kedutaan besar dan 11 lembaga pemantau internasional,” kata Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tantowi di Serang, Banten, Selasa (26/3/2019).

Selain penyelenggara pemilu negara sahabat dan pemantau independen, pemantau pemilu di Indonesia juga turut diundang bersama dengan perguruan tinggi se-Indonesia untuk memantau jalannya Pemilu 2019. Lembaga pemantau ini justru selalu diundang untuk memberi alternatif pandangan penyelenggara Pemilu di Indonesia.

“Itu kan sudah biasa kita lakukan setiap Pemilu, sudah rutin dilakukan KPU,” tegas Pramono.

Ia juga menegaskan, apabila ada isu di media sosial soal desakan agar KPU mengundang pemantau eskternal bisa jadi itu disebabkan kurang mendapat informasi. Padahal, pemantau selalu diundang untuk memberi opini alternatif proses dan hasil Pemilu.

“Jadi kehadiran mereka penting untuk memberi opini alternatif bahwa misalnya penyelenggaraan Pemilu di satu negara atau khusus di Indonesia apakah ada kecurangan atau sudah berjalan jurdil,” katanya.

Apalagi, apabila ada muncul klaim sepihak yang dilakukan oleh peserta Pemilu. Maka, kehadiran mereka akan jadi penilaian alternative di mata publik.

“Biasanya yang mengklaim itu KPU, pemerintah atau kontestan. Misalnya kontestan (bicara) ini banyak kecurangan, yang menang (bicara) ini sudah bagus. Tapi nanti ada lembaga internasional, mereka akan memberikan penilaian alternatif di luar klaim sepihak tadi. Itu pentingnya di sana,” tambahnya.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here