286 Atlet Berprestasi Indonesia Resmi Terima SK CPNS di Kemenpora

0
277
Foto : Kompas.com/Nugyasa Laksamana

Jakarta, namalonews.com – Sebanyak 286 atlet berprestasi Indonesia resmi menerima Surat Keputusan (SK) menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora).

Pemberian SK tersebut langsung diberikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Auditorium Wisma Kemenpora, Jakarta, Selasa (2/4/2019).

“Selamat datang pengabdian yang baru. Selamat kepada atlet yang menjadi CPNS, kalian semua adalah pribadi-pribadi yang sangat tangguh,” ujar Imam Nahrawi.

“Status CPNS ini jangan membuat motivasi atlet menghilang. Buat atlet yang masih aktif harus tetap berjuang, karena mereka juga bisa dapat bonus kalau juara lagi,” lanjutnya.

Imam berpesan agar para atlet memberikan ide-ide maupun gagasan kepada Kemenpora agar dapat terus menghasilkan atlet-atlet berprestasi dan memajukan olahraga di Indonesia.

“Bagi atlet-atlet yang ide atau gagasannya belum sempat tersampaikan waktu jadi atlet, boleh disampaikan ke Kemenpora. Kami butuh banyak gagasan baru supaya bisa terus mengawal semua atlet Indonesia dengan baik,” kata Imam.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga (Permenpora) nomor 11 tahun 2018, ada beberapa syarat yang membuat 286 atlet berprestasi itu mendapatkan SK CPNS Kemenpora.

Syaratnya yaitu, berusia 18 hingga 35 tahun, pendidikan minimal Sekolah Menengah Atas (SMA), serta peraih medali SEA Games, ASEAN Para Games, Asian Games, Asian Para Games, Kejuaraan Asia, Kejuaraan Dunia, dan Olimpiade dalam periode 2014-2018.

Adapun saat Asian Games dan Asian Para Games 2018, syarat minimal prestasinya adalah medali perunggu. Ada tiga golongan CPNS yang diterima para atlet, yakni II/a (214 atlet), II/c (4 atlet), dan III/a (68 atlet).

Setelah penerimaan SK ini, Imam mengatakan, para atlet akan memasuki masa percobaan selama satu tahun sebelum nantinya akan disumpah penuh unutk menjadi PNS. Selama satu tahun kedepan para atlet akan diberikan pelatihan dasar sesuai jabatan yang mereka dapat.

“Pengabdian ini mungkin sedikit berbeda dengan di pelatnas. Tapi dari sisi ketepatan, kecermatan, dan kedispilinan hampir sama. Karena itu, saya tak pernah menghawatirkan saat presiden bilang para peraih medali harus jadi PNS,” jelas  Imam.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here