Meskipun Gandeng Google, OJK Masih Kesulitan Mengendalikan Pinjaman Online Ilegal

0
84
Foto : Istimewa

 Jakarta, namalonews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku mereka sangat kesulitan untuk bisa mengendalikan persebaran aplikasi fintech peer to peer lending atau pinjaman online.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengatakan pihaknya telah berupaya untuk bekerja sama dengan Google, namun pihak Google sendiri tidak memiliki kendali untuk mengatur siapa saja yang berhak mengunggah aplikasi melalui layanannya.

“Kami sudah berusaha kerja sama dengan Google, kalau ada penawaran aplikasi melalui fintech P2P lending di Playstore kami minta untuk diblok. Tapi karena itu open source Google sendiri tidak bisa mendeteksi,” ujar Tongam di Jakarta, Jumat (05/04/2019).

Untuk itulah, OJK melalui Kementrian Komunikasi dan Informatika memanfaatkan cyber patroli untuk mencari penyebaran pinjaman online atau fintech di PlayStore.

Terhitung mulai 2018, Satgas Waspada Investasi sudah memblokir 803 fintech peer to peer lending ilegal. Tongam mengatakan, kebanyakan server dari fintech P2P lending ilegal tersebut memiliki server di Amerika Serikat, kemudian Singapura, China dan Malaysia.

“Mereka melakukan kegiatan di Indonesia, server-nya di sana. Alamatnya enggak jelas,” ujar dia.

Tongam mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati ketika akan melakukan transaksi dengan pinjaman online.  Adapun agar tak mudah tergiur pinjaman online ilegal, simak tips dari OJK berikut :

1. Pinjam pada fintech P2P lending yang terdaftar di OJK
2.Pinjam sesuai kebutuhan dan kemampuan
3.Pinjam untuk kepentingan yang produktif
4.Pahami manfaat, biaya, bunga, jangka waktu, denda dan risiko meminjam di fintech P2P lending

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here