BI Akan Menerapkan Standardisasi QR Code, Bisa Digunakan Transaksi di Luar Negeri

0
129
Foto : aseanbriefing.com

Jakarta, namalonews.com – Bank Indonesia (BI) akan menerapkan standardisasi sistem pembayaran berbasis QR Code (Quick Response Code).

Standardisasi tersebut diberi nama QRIS atau QR Code Indonesia Standard. Salah satu QR code di Indonesia terdapat pada uang elektronik seperti, GoPay, OVO, Dana, LinkAja hingga Rekening Ponsel CIMB Niaga.

Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan, walaupun sudah banyak digunakan masyarakat, namun sistem pembayaran tersebut belum memiliki standardisasi di Indonesia.

“Transaksi non cash itu dengan adanya QR code lebih mudah, saya merasakan lho. Sistem pembayaran ini jamu manis yang mendukung momentum pertumbuhan. Artinya masyarakat akan jadi non tunai akan meningkat,” ujar Filianingsih dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

BI memiliki beberapa alasan khusus untuk mengatur standardisasi QR Code tersebut. Salah satunya adalah untuk memastikan sistem pembayaran tersebut efisien serta menjamin keamanan dari QR Code.

“Kita juga mendukung jadi kita berusaha untuk mendukung, berkontribusi dan mensupport dengan berinovasi mendorong bagaimana sistem pembayaran ini dapat dilakukan secara efisien, murah, cepat aman, itu yang ingin kita lakukan,” lanjutnya.

Nantinya QRIS atau QR Code Indonesia Standard bisa digunakan di Singapura dan Thailand pada semester II 2019.

“Implementasi standardisasi QR code Indonesia ini akan dilakukan pada semester II 2019, termasuk transaksi lintas batas,” jelas Filianingsih.

Namun, menurut Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ricky Satria, untuk kerja sama sistem pembayaran kode QR lintas batas dengan Thailand dan Singapura nanti, BI hanya akan melibatkan 19 PJSP(Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran) yang memang aktif terlibat sejak proyek percontohan ini dimulai.

“Yang bisa ikut proyek percontohan ini adalah yang sudah ikut ‘working grup’, baik dari tim teknis dan bisnis. Satu bank bertambah siap di sisi teknis, dan sudah bicara ke perusahaan ‘switching’ (pengalihan). Ada 19 PJSP,” ujar Ricky.

Saat ini Bank Indonesia memperbolehkan sistem pembayaran dari luar negeri untuk beroperasi di Indonesia. Syaratnya, mereka harus bekerja sama dengan bank Buku Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4.

Menurut Ricky, Indonesia membutuhkan ini karena kebutuhan di bidang pariwisata. Turis Cina yang datang ke Indonesia jumlahnya semakin banyak. Hal serupa juga terjadi di Thailand, Vietnam, Myanmar dan Jepang.

“Jadi nanti turis Cina belanja di Indonesia di situ ada tambahan konversi belanjanya. Kalau dimasukin [nominal] rupiahnya langsung keluar di turis Cinanya dalam Yuan. Mereka harus kembangkan dan adjust,” kata Ricky.

“Untuk proses kerjasamanya kita coba percepat. Memang ada teknikal yang masih butuh waktu. Mudah-mudahan tahun ini bisa kelar semua,” jelas Ricky.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here