Jalur DDT Jatinegara – Cakung Akan Beroperasi 12 April

0
62
Foto : ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Jakarta, namalonews.com – Jalur kereta api dwi ganda atau Double Double Track (DDT) lintas Jatinegara – Cakung sepanjang 9,5 kilometer akan mulai beroperasi pada Jum’at (12/4/2019).

Kepala Balai Teknik PT Kereta Api Indonesia Jakarta-Banten Jumardi mengatakan, tepat pada 12 April 2019 pukul 00.30 WIB pada titik KM 12 dan KM 21 antara Jatinegara dan Cakung akan dilaksanakan kegiatan pemindahan jalur (switchover) pada jalur dwiganda (DDT) lintas Jatinegara Cakung.

“Setelah pelaksanaan pemindahan jalur ini, DDT lintas Jatinegara Cakung sepanjang 9,5 kilometer sudah dapat dioperasikan,” kata Jumardi dalam konferensi pers di Hotel Sriwijaya, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019).

“Proyek ini diinisiasi 17 tahun lalu, sejak 2002 sudah dicanangkan pisahkan jalur KRL dan kereta jarak jauh. Tapi baru 2015 dimulai pembangunannya dan sebetulnya selesai 2017, namun karena banyak hal perlu disinkronkan maka baru dioperasikan dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Dengan beroperasinya DDT lintas Jatinegara-Cakung nantinya jalur ganda eksisting akan dioperasikan untuk melayani operasional KRL Commuterline Jabodetabek. Sedangkan jalur ganda yang baru akan difungsikan untuk melayani pengoperasian KA jarak jauh dan KA lokal.

Dalam rangka mendukung keselamatan perjalanan operasional kereta api pada jalur baru ini. Dua perlintasan sebidang yang biasa digunakan untuk menyeberang akan ditutup, perlintasan tersebut adalah, JPL 52 di Pisangan Lama, Pasar Enjo dan JPL 66 di Jl. Stasiun Cakung, Jakarta Timur.

“Untuk itu dimohon kepada masyarakat, khususnya pengguna kendaraan berbasis jalan raya agar dapat menggunakan beberapa jalan alternatif, seperti flyover Cipinang yang telah dibangun Pemerintah,” jelas Jumardi.

Menurut Jumardi, pihaknya menutup perlintasan sebidang itu agar operasional kereta api tidak terganggu. Selain itu, dengan bertambahnya jalur baru DDT, perlintasan sebidang akan makin lebar dan cukup berbahaya untuk dilalui masyarakat.

“Karena ini nanti bagi orang yang sering melintas tentu lintasan jadi makin panjang karna jadi 4 jalur, melebar jadinya. Ini betul betul bahaya dan butuh kehati-hatian, kita juga mau jaga-jaga agar hal yang tidak diinginkan terjadi (kecelakaan),” kata Jumardi.

Jalur dwiganda atau DDT Jatinegara-Cakung ini merupakan bagian dari pembangunan jalur dwiganda atau DDT lintas Manggarai – Cikarang sepanjang 35 kilometer.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here