Kasus Kekerasaan Siswi SMP, Tagar #JusticeForAudrey Jadi Trending Topic Dunia

0
878
Foto : twitter

Jakarta, namalonews.com – Kasus penganiayaan dan pengeroyokan seorang siswi SMP berusia 14 tahun yang dilakukan oleh 12 orang siswi SMA di Kota Pontianak menjadi viral di media sosial twitter.

Kisah tersebut dibagikan pertama kali melalui akun Twitter @syarifahmelinda. Aksi bullying hingga pengeroyokan yang dialami oleh Ay dilakukan oleh 12 orang siswi dari beberapa SMA di Kota Pontianak. Pemicu kekerasan ini berkaitan dengan hubungan asmara antara salah seorang pelaku dengan kakak korban.

“Nasib kurang beruntung dialami oleh Ay (14), siswi SMPN 17 Pontianak yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 orang pelajar berbagai SMA di Kota Pontianak,” tulis akun @syarifahmelinda.

“Masalah ini dipicu dari saling sindir di whatsapp terkait hubungan asmara antara salah satu pelaku Da (siswi SMAN 4 Pontianak) sekaligus kekasih mantan kakak korban, Po (siswi SMAN 2 Pontianak). Kejadian ini bermula pada 29 Maret 2019 kemarin,” tulisnya.

Tidak hanya melakukan kekerasan berupa pukulan dan tendangan, pelaku juga mengincar keperawanan korban dengan cara mencoloknya menggunakan jari.

Korban dianiaya pelaku dengan cara membenturkan kepala korban ke aspal.

Saat jatuh mereka menendang perut korban berkali-kali. Tak hanya itu, para pelaku ini juga mencekik leher korban dan menyiramkan air secara bergantian.

Wajah korban pun juga ditendang dengan menggunakan sandal gunung, hingga mengalami pendarahan dalam hidung dan luka benjolan di sekitar wajah. Salah satu pelaku, Tr juga melukai organ intim korban hingga membuat Audrey tidak perawan lagi.

Akibat pengeroyokan tersebut, Ay menjalani perawatan intensif di rumah sakit lantaran mengalami sejumlah luka di wajah, perut hingga kemaluannya mengalami peradangan.

Ibunda korban pun kemudian melaporkan masalah ini ke pihak Kepolisian dan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Pontianak, Kalimantan Barat. Pihak KPPAD pun tidak menyarankan untuk menyelesaikan masalah pengeroyokan ini secara damai atau kekeluargaan.

Sebelum melaporkan ke polisi, ibu korban sempat berusaha menempuh jalan damai dengan mediasi antara pihak keluarga korban dan pelaku. Namun, pihak pelaku enggan untuk meminta maaf dan malah menganggap enteng masalah tesebut.

Akibat kejadian ini, banyak dari warganet yang mengungkapkan rasa prihatin dan kecewa mereka. Mereka pun meminta keadilan untuk Ay dan mendesak aparat hukum agar memberikan hukuman berat meskipun para pelaku masih di bawah umur.

“Mari doakan Audrey dan keluarganya bisa melewati ini semua. Ayo gunakan #JusticeForAudrey sebagai dukungan kita untuk Audrey dan keluarganya. Simpati juga untuk keluarga pelaku yang mungkin tidak tahu kelakuan anaknya di luar rumah, tapi keadilan harus tetap ditegakkan,” kata @zianafazura.

“Jangan karena katanya ‘masih di bawah umur’ apa-apa damai, anak zaman sekarang mah udah gak bisa dibilang di bawah umur, bunuh aja bisa. Gilaaa enteng banget trauma orang masih mikirin masa depan orang-orang jahat kayak gitu,” ujar @indriastti.

“Stop bullying. Luka, pembengkakan dan sebagainya bisa saja hilang dan tidak membekas seiring berjalannya waktu, tapi mental tidak akan pernah sembuh hanya karena waktu. Mari bersuara agar kejadian seperti ini tidak akan pernah terulang lagi,” ungkap @alwkth.

Seiring beredarnya kabar tersebut, tagar #JusticeForAudrey pun naik menjadi trending topik dunia nomor 1 dengan jumlah tweet hampir mencapai 650 ribu pada Selasa (9/4/2019).

Foto : twitter

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here