Miniatur Moge ‘Made in’ Napi Rutan Ponorogo

0
130
Foto : detik.news

Jakarta, namalonews.com – Menjadi pesakitan atau penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) tidak cuma berdiam diri saja menanti bebas hukuman. Seorang napi di Rumah tahanan (Rutan) Ponorogo Kelas II B, Jalan Soekarno-Hatta, Jawa Timur, mengisi kesehariannya dengan membuat karya seni yang patut dibanggakan.

Meski dirinya terkurung jeruji besi, namun jiwa kreatif Imam Mujiono mampu keluar bebas berimajinasi. Dengan cutter, lem dan stick es pria ini menghasilkan macam-macam karya seni, seperti motor gede (moge), bus, kapal pesiar dan lain-lain.

Sebelum terjerat kasus pencurian dan penjualan barang, Imam (48 tahun) itu memang pembuat mainan anak-anak. Jadi kreativitas yang dimilikinya saat ini bukan hasil tempaan di dalam rutan.

Foto : detik.news

Kesehariannya, Imam selalu berada di ruang Balai Latihan Kerja (BLK) Rutan. Kegiatannya menggabungkan potongan-potongan stik es krim dengan menggunakan lem.

“Bahan bakunya biasanya disediakan petugas, saya dan teman saya nanti yang nyusun. Teman saya bagian spare part,” terang Imam.

Pria yang sering dipanggil Kijon ini dapat mengerjakan mainan berukuran kecil selama 2 hari. Sedangkan ukuran besar seperti miniatur kapal pesiar bisa memakan waktu 1 minggu.

Sementara itu harga jual satu miniatur motor besar, Kijon mematok harga Rp 700 ribu. Sedangkan yang kecil Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu.

Para petugas Rutan pun mendukung kreasi para napi. Caranya dengan memajang hasil karya mereka di dekat kantin. Agar ada orang lain yang membeli hasil karya mereka.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here