Pasar Papringan, Hanya Boleh Belanja Pakai Uang dari Bambu

0
9081
Foto : Instagram

Jakarta, namalonews.com –  Pasar tradisional ini menjadi objek wisata yang terbilang unik, karena semuanya serba bambu. Semua aktivitas pasar berada di bawah rindangnya rumpun bambu.

Hawanya yang sejuk dan alamnya yang hijau menambah kesan asri dan alami. Hal ini jugalah yang membuat pasar ini dinamakan Pasar Papringan yang diambil dari kata ‘pring‘ yang berarti bambu.

Foto : Instagram

Pasar Papringan terletak di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Semua pedagang di pasar ini memakai pakaian lurik.

Untuk mencapai pasar Papringan Temanggung ini pengunjung tidak bisa menggunakan kendaraan. Melainkan harus berjalan sekitar satu kilometer setelah memarkir kendaraannya.

Aneka kuliner terdapat di Pasar Papringan ini dan dipastikan bisa membuat pengunjung sedikit bingung untuk memulainya dari mana.

Beberapa kuliner tradisional yang disajikan di Pasar Papringan Temanggung diantaranya apem, cenil, combro, lontong mangut, gulai ayam, kupat tahu, gudeg, pecel, pepes, wedang tape, dawet ayu, jenang, bahkan rujak pun disini tersedia.

Foto : Instagram

Untuk mencicipi kuliner-kuliner yang ada ini, Pasar Papringan Temanggung sudah menyediakan meja dan kursi yang terbuat dari bambu.

Bahkan, alat makannya pun terbuat dari bahan ramah lingkungan seperti batok kelapa, bambu, dan daun pisang. Pengunjung bisa menyantap makanan sambil menikmati gending Jawa yang dimainkan oleh sekumpulan bapak-bapak.

Keunikan pasar bambu di Temanggung ini tidak cuma sampai di situ. Di Pasar Papringan Temanggung ini setiap pengunjung yang akan berbelanja harus menggunakan mata uang yang terbuat dari bambu.

Untuk mendapatkan mata uang khusus ini, kita bisa menukarnya di money changer yang sudah disediakan. Satu pring setara dengan Rp 2 ribu saja,

Foto : Instagram

Jika pengunjung ingin membeli makanan-makanan tersebut atau membawa pulang kerajinan yang dijual, kita tidak diizinkan menggunakan kantong plastik. Jadi, ada baiknya kita membawa tempat makan atau tas belanja sendiri.

Sebelum berkunjung, sebaiknya kita perlu tahu kalau Pasar Papringan Temanggung ini cuma buka pada hari Minggu Wage dan Minggu Pon dalam penanggalan Jawa.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here