Menyimak Sejarah Singkat Istana Negara

0
28
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Setiap pemerintahan negara pasti mempunyai istana negara yang digunakan sebagai tempat rapat. Istana negara sendiri adalah gedung kepresidenan yang ada berada di Jalan Veteran, Jakarta Pusat. Letak Istana Negara ini menjadi satu kompleks dengan Istana Merdeka yang ada pada bagian Selatan.

Istana Negara ini mempunyai luas keseluruhan mencapai 68 ribu meter persegi. Di dalam kompleks Istana Negara pun ada 3 bangunan penting yaitu Bina Graha, Wisma Negara dan kantor kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Meski berada dalam satu kompleks dengan Istana Merdeka, akan tetapi yang membedakan dari kedua gedung itu adalah Istana Negara menghadap ke arah Jalan Veteran, sedangkan Istana Merdeka menghadap ke arah medan Merdeka.

Bagaimana sejarah Istana Negara? Dahulu Istana Negara merupakan milik pengusaha Belanda Van Braam. Awalnya, kompleks istana kepresidenan di Jakarta hanya ada satu bangunan, yaitu Istana Negara. Gedung itu sudah di bangun sejak tahun 1976 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Pieter Gerardus van Overstraten dan selesai pada 1804 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johanes Siberg.

Pada jaman dahulu daerah Harmoni memang merupakan tempat paling bergengsi di Batavia Baru. Gedung ini pada tahun 1821 telah dibeli oleh pemerintahan kolonial sebagai pusat kegiatan pemerintahan. Bahkan gedung ini digunakan sebagai tempat tinggal gubernur yang mempunyai urusan di Batavia (Jakarta).

Saat itu para gubernur lebih banyak memilih Istana Bogor yang masih mempunyai udara sejuk. Akan tetapi tetap harus turun ke Batavia untuk menghadiri pertemuan Dewan Hindia. Bahkan rumah Van Braam itu memang dipilih untuk kepala koloni karena Istana Daendels di Lapangan Banteng belum selesai dikerjakan.

Namun, setelah diselesaikan gedung ini hanya digunakan sebagai kantor pemerintahan saja. Istana Negara sendiri dulunya disebut dengan Istana Rijswjik dan menjadi saksi berbagai peristiwa penting.

Pada tahun 1873 Istana Merdeka sudah mulai dibangun. Dimana awalnya, Istana Negara yang mempunyai luas 3.375 meter persegi ini bertingkat dua. Namun pada tahun 1848, bagian atas dibongkar dan bagian depan lantai bawah dibuat lebih besar untuk memberi kesan lebih formil.

Bentuk bangunan hasil perubahan 1848 ini masih bertahan sampai sekarang. Setelah Indonesia merdeka, Istana Negara dipakai sebagai pusat kegiatan pemerintahan negara. Dan sampai sekarang selalu dipakai untuk tempat menyelenggarakan acara-acara yang bersifat kenegaraan. Itulah sedikit sejarah mengenai istana yang ada di negara kita, semoga bisa mendapat ilmu pengetahuan.

Penulis : Irena Triya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here