Istirahat Sambil Duduk di Bangku Furniture yang Empuk

0
48
Foto : KlikTeknik

Jakarta, namalonews.com – Usaha furniture cukup menguntungkan di saat ini. Banyak orang yang membeli kebutuhan rumah tangga ini. Apalagi kalau bangkunya diproduksi sendiri dan desain dengan model yang terbaru.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan alam terbesar di dunia. Istilahnya, lempar mutiara dimana saja pun bisa tumbuh.

Dengan ketersediaan bahan baku hasil hutan yang memadai, Indonesia berpeluang besar menjadi produsen furniture terbesar di kawasan regional dan bahkan dunia.

Memulai usaha furniture memang terkesan gampang-gampang susah. Namun apakah Anda berminat dan bernyali untuk mulai berwirausaha di bidang furniture?

Jika ya, maka sebagai persiapan awal ada beberapa aspek yang harus diperhatikan. Seperti misalnya lokasi, target pemasaran dan juga nama toko atau usaha.

Foto : Analisa Usaha

Berikut ini adalah gambaran dari usaha usaha mebel :

Modal awal :

  1. Kompersor = Rp 6.500.000,-
  2. Mesin bobok = Rp 1.500.000,-
  3. Sensor = Rp 4.000.000,-
  4. Bor duduk = Rp 1.800.000,-
  5. Mesin serut (asah mata pasha) = Rp 1.000.000,-
  6. Mesin amplas = Rp 750.000,-
  7. Bor tangan untuk 2 unit = Rp 1.500.000,-
  8. Propel kayu untu 2 unit = Rp 3.500.000,-
  9. Generator = Rp 11.000.000,-
  10. Mesin kap kayu = Rp 1.500.000,-
  11. Serkel meja = Rp 3.000.000,-

Total biaya awal = Rp 36.050.000,-

Biaya lain lain   

  1. Upah pegawai untuk 2 orang per tahun Rp24.000.000,-
  2. Listrik Rp 5.000.000,-
  3. Pembelian bahan baku seperti Kayu, Cat, Lem, dan paku Rp 170.000.000,-
  4. Biaya untuk menyewa tempat pertahunnya    Rp 10.000.000,-

Total pengeluaran per tahun = Rp 259.000.000,-

Potensi pendapatan

  1. Meja belajar 1 unit = Rp 1.000.000,-
  2. Almari 1 unit = Rp 1.500.000,-
  3. Kursi set 1 unit = Rp 2.000.000,-

Total pendapatan kita asumsikan untuk per barang terjual 10 unit per tahunnya = Rp 470.000.000,-

Keuntungan

Potensi pendapatan – total biaya pokok pengeluaran

Rp 470.000.000 – Rp 259.000.000 =Rp 211.000.000,-

Balik Modal

Untuk menghitung balik modal usaha, maka dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Total penjualan – Investasi : Investasi  x 100%

Rp 470.000.000 – Rp 259.000.000 : Rp 259.000.000 x 100% = 8,15%. Perhitungan tersebut belum termasuk penyusutan alat

Untuk menghemat modal awal saat membangun usaha dan bisnis ini, Anda harus menggunakan keahlian sendiri sehingga dapat lebih menghemat biaya pengeluaran karyawan.

Selain itu pembelian peralatan juga harus diutamakan yang penting dan jika di rumah sudah ada tidak usah mebeli baru.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here