Perempuan Ini Sering Belanja Online Sambil Tertidur Pulas

0
65
Ilustrasi : Istimewa

Jakarta, namalonews.com – Seorang ibu yang memiliki 3 orang anak asal Inggris, Kelly Knipes, menderita kelainan tidur yang langka. Wanita ini sering berbelanja melalui handphone-nya sambil tertidur pulas.

Menurut informasi yang diambil dari laman Mirror, wanita ini bahkan sudah menghabiskan uang sekitar 3000 poundsterling atau Rp 55 juta.

Untuk pertama kalinya, perempuan berusia 37 tahun sempat terkejut di malam pertama saat ia melakukan belanja sambil tidur. Keesokannya, sebuah truk pengantar pesanan yang berisi lapangan bola basket plastik seharga 100 poundsterling atau sekira Rp 1,8 juta muncul di luar rumahnya.

Dia juga membeli lemari es, meja, rumah Wendy, dan permen Haribo bernilai ratusan poundsterling selama berbelanja di malam hari.

Malam-malamnya dihabiskan dengan kecemasan. Dia sering terbangun melihat tanda terima di email untuk barang-barang yang dibelinya tanpa sadar di malam hari.

Demi menghindarinya dari terlilit hutang, suaminya terpaksa mengunci ponselnya untuk menghentikan pemborosan uangnya.

Perempuan asal Basildon, Essex, Inggris tersebut mengatakan terlalu mudah untuk berhutang di mana-mana karena rincian kartu kreditnya disimpan di ponsel miliknya.

Meskipun suaminya telah berupaya mengunci pintu dan menyembunyikan ponselnya, namun dia masih berhasil mendapatkannya untuk membeli barang di situs belanja online termasuk Ebay dan Argos.

Ilustrasi : Istimewa

Pembelian aneh lainnya termasuk toples kue senilai 58 poundsterling, pot garam dan merica dan buku tentang mengajar, padahal dirinya bukanlah seorang guru.

Kelly didiagnosis menderita penyakit yang disebut parasomnia, gangguan tidur yang melibatkan perilaku dan persepsi abnormal.

Selain itu juga menderita apnea tidur obstruktif, yang menghentikan napasnya saat tidur dan memaksa otaknya untuk bangun sebagian dan memungkinkannya untuk berjalan dalam tidur.

Kondisi Kelly benar-benar parah dan meningkat sejak tahun 2006 ketika dia hamil anak pertamanya, Henry.

Dia pernah mengalami overdosis obat diabetes dalam tidurnya saat hamil 20 minggu, tetapi tidak ada kerusakan serius terhadap kandungannya.

Setelah bertahun-tahun mencari solusi termasuk ikut serta dalam studi tidur di Rumah Sakit Royal Brompton, Kelly akhirnya meminta 2 orang konsultan.

Kelly kemudian diberi alat yang membuat saluran udara yang menghubungkan ke otaknya terus terbuka. Dia sekarang memakai masker oksigen di malam hari yang membuat pernapasannya lebih baik. Hingga kini Kelly berhasil mengendalikan kondisinya.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here