Mengail Fulus di Usaha Toko Alat Pancing

0
256
Foto : desertsportsman.com

Jakarta, namalonews.com – Melihat letak geografis Indonesia yang terdiri dari 70 % lautan, masyarakat banyak yang menyalurkan hobinya memancing ikan di lautan.

Lihatlah setiap akhir pekan banyak masyarakat berbondong-bondong ke laut untuk memancing di pinggir laut. Mereka pun ada yang menyewa kapal hanya untuk menyalurkan hobinya berburu ikan (memancing) di tengah laut.

Hal tersebut memungkinkan pula banyaknya peluang usaha yang bisa dilakukan. Ada gula, ada semut. Ada banyak pemancing, berarti banyak orang juga yang akan membeli alat-alat pancing.

Jangan meremehkan alat-alat pancing yang kelihatan srederhana. Karena keuntungan dari menjalani bisnis ini begitu menggiurkan.

Foto : Virginia Beach

Kemudian yang paling utama adalah Anda harus tahu istilah-istilah dalam dunia mancing Termasuk Detail Alat alat yang akan anda jual seperti berikut ini:

  • Nikelin : Nikelin atau kawat untuk mancing ikan bergigi tajam seperti barracuda, tenggiri, dll.
  • Kili-kili : Ada dua macam, kili-kili peniti dan kili-kili biasa.
  • Timah : Timah / pemberat
  • Sabiki/ kotrek : Sabiki adalah rangkaian beberapa mata kail (minimal 5 kail) yang dibuat  menyerupai makanan ikan sehingga ikan dengan segera menyambar rangkaian pancing ini.
  • Kail (Hook) : Mata kail
  • Kenur (Lines)
  • Penggulung (Reel)
  • Joran (Rod)
  • Pelampung: Terbuat dari kayu, busa, gabus, fiber glass atau plastik
  • Umpan : bisa berupa ramuan sampai umpan alam hidup ataupun mati. contoh ikan kecil, udang atau cumi-cumi.
  • Gunting : alat memotong/mengguntin baik itu untuk umpan, kenur yang kusut, atau rangkaian mata kail yang rusak/kusut.

Sebagai gambaran mengenai rincian modal awal untuk membeli barang inventasi dan biaya operasional toko alat pancing beserta dengan harganya adalah sebagai berikut:

Modal Awal :

  1. Lemari kaca sebanyak 2 unit Rp 1.800.000
  2. Modal awal membeli alat pancing, seperti joran, senar, reel, pakan untuk ikan dan lain sebagainya Rp10.000.000
  3. Rak kayu sebanyak 2 unit  Rp 1.000.000
  4. Barang pendukung lainnya seperti kursi dan meja Rp 1.600.000

 Total biaya = Rp 14.400.000

Biaya Pengeluaran per Bulan :

  1. Sewa tempat Rp 800.000
  2. Membeli perlengkapan alat pancing Rp 4.000.000
  3. Listrik dan telepon Rp 200.000
  4. Gaji untuk 1 orang karyawan Rp 700.000
  5. Biaya lain lain Rp 200.000

Total biaya pengeluaran per bulan Rp 5.900.000

Foto : Virginia Beach

Perhitungan Keuntungan :

Jika diasumsikan toko alat pancing Anda dalam satu hari berhasil menjual berbagai macam alat pancing dengan semua barang hingga Rp 320.000. Maka jika dihitung dalam 1 bulan Rp 320.000 x 30 hari = Rp 9.600.000.

Selanjutnya dapat dihitung keuntungan dengan cara pendapatan toko alat pancing dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan perbulan. Jadi Rp 9.600.000 – Rp . 5.900.000 = Rp 3.700.000.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here