Usaha Tanaman Hidroponik Bagi yang Punya Lahan Terbatas

0
94
Foto : blog.umy.ac.id

Jakarta, namalonews.com – Di tengah–tengah jumlah penduduk yang terus naik populasinya dan pembangunan rumah serta gedung yang pesat, bercocok tanam pun terkendala lahan yang kian sempit.

Tidak ada lagi lahan yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan bercocok tanam. Semua tanah telah digunakan untuk membangun gedung dan rumah.

Mengatasi hal tersebut masyarakat pun mencari solusi lewat bertanam hidroponik.Tanaman hidroponik merupakan salah satu solusi bagi yang ingin bertanam di lahan terbatas.

Media tanam yang digunakan juga tidak terlalu sulit, karena hanya butuh air yang cukup untuk menumbuhkan tanaman atau sayuran.

Ada banyak kelebihan yang didapatkan dari bertanam hidroponik ini. Selain bisa dilakukan di lahan terbatas, ternyata juga ramah lingkungan dan lebih irit biaya.

Foto : kancahuniku.blogspot.com

Tapi perlu diingat, media tanam ini akan memakan biaya cukup mahal di awal. Tapi setelahnya, akan terasa lebih murah karena media tanamnya bisa didapatkan dengan mudah seperti menggunakan botol bekas dan lain sebagainya.

Keterkaitan dengan peluang bisnis, bertanam (sayuran) secara hidroponik ternyata bisa mendapatkan raupan uang cukup besar.

Untuk anda yang ingin memulai berbisnis tanaman hidroponik bisa mulai memperhitungkan analisa pengeluaran dan juga keuntungan yang akan diterima.

Modal Berbisnis Tanaman Hidroponik

  1. Sewa lahan Rp. 0 karena kita bisa memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah.
  2. Rumah kaca (40 meter persegi) dengan penggunaan lima tahun. Memerlukan biaya Rp.50.000,00 x 40 meter = Rp. 2.000.000,00

Maka per tahun Rp. 400.000,00

Jika setahun lima kali panen, maka kira-kira biaya per panennya Rp.80.000,00.

  1. Satu buah tandon air dengan penggunaan di prediksi satu tahun 300.000,00 dalam satu tahun diperkirakan panen 5 kali maka biaya per panennya Rp.60.000,00
  2. 1000 gelas plastik bekas biaya per panennya kira-kira Rp.20.000,00
  3. Botol air bekas Per panen diperkirakan Rp.50.000,00

Jumlah modal awal tanam hidroponik  Rp. 2.650.000,00.

Untuk bisnis tanaman hidroponik ada biaya penyusutan yang dihitung kira-kira sekitar Rp. 210.000,00. Untuk biaya produksi dalam tanam hidroponik dari pembelian bibit, nutrisi dan pupuk sekitar  Rp. 200.000,00.

Jadi pengeluaran untuk tanam hidroponik adalah Rp. 210.000,00 + Rp. 200.000,00 + Rp. 2.650.000 = Rp. 3.060.000,00.

Sedangkan untuk keuntungan, kita perhitungkan rata-rata per pohon selada mampu menghasilkan 0,3 kg selada. Apabila kita menanam 1000 pohon maka per panen kita mampu mendapatkan 300 kg.

Dengan rata-rata harga jual yang langsung diambil distributor adalah Rp. 20.000,00. Maka total penjualan kita mampu mencapai Rp. 6.000.000,00.

Maka untuk keuntungan dengan usaha berbisnis tanaman hidroponik sekitar Rp. 2.940.000,00 untuk sekali panen.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here