Menyemut dan Tumpah Ruah Membela Keadilan dan Kedaulatan! Apakah itu Makar?

0
13609
Foto : tribunnews.com

Jakarta, namalonews.com – Sebagaimana kita ketahui sebelumnya bahwa Mantan Komjen Pol (Purn) Mohammad Sofjan Jacoeb  Mantan Kapolda Metro Jaya, menurutnya demo pada tanggal 22 Mei 2019 besok, akan didukung oleh sejumlah mantan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Prajurit Pejuang Indonesia Raya (PPIR).

“Kita juga menurunkan mantan-mantan kopassus, sudah bersedia semua dan sudah menyatakan siap untuk membela. Kemudian ada prajurit-prajurit yang tergabung dalam PPIR, itu ratusan ribuan akan turun untuk mengamankan,” ujar Sofjan Jacoeb, kepada TeropongSenayan, saat dihubungi melalui sambungan telephone, pada Sabtu 18 Mei 2019.

“Nanti di pimpin langsung oleh mantan Komandan Jenderal (Danjen). Jumlahnya ada sekitar 4 sampai 5 orang mantan Danjen untuk ikut dan memimpin langsung. Jadi itu yang akan mengamankan, siap untuk mengamankan. Kopassus itu bersenjata, mantan-mantan prajurit itu pasti bersenjata,” bebernya.

Sofjan Jacoeb kembali menerangkan, jika Prabowo-Sandi yang menang, maka demo tersebut akan beralih menjadi doa dan dzikir bersama.

Sementara itu ratusan purnawirawan TNI dan Polri dalam wadah  Front Kedaulatan Bangsa kompak menolak hasil Pemilu Presiden 2019 yang disinyalir banyak kecurangan.

Ketua Panitia Front Kedaulatan Bangsa, Tyasno Sudarto, “Kami melihat, menyaksikan, dan merasakan pemilu ini dilakukan dengan kecurangan,” tegasnya dalam konferensi pers di Konferensi Pers, Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Senin (20/5). Dianggapnya kecurangan yanga dilakukanterstruktur, sistematis, masif, bahkan brutal.

“Kecurangan sejak dimulai perencanaan pelaksanaan penghitungan suara. Kecurangan dilakukan dengan terstruktur, masif, dan sistematis dan brutal,” imbuhnya.

Di lain sisi, calon presiden nomor urut 2mengimbau kepada seluruh pendukungnya yang akan menggelar aksi terkait hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 berjalan damai tanpa kekerasan dan tidak terpancing provokasi.

“Aksi atau kegiatan yang saudara-saudara lakukan, saya mengimbau agar semua kegiatan berjalan dengan semangat perdamaian. Karena itu langkah konstitusional, langkah demokratis tetap damai tanpa kekerasan apapun,” kata Prabowo di Badan Pemenangan Nasional (BPN) pada Selasa (21/5/2019) dini hari.

Prabowo menyampaikan keprihatinan atas dugaan kecuranganini.  “Ini bukan masalah menang atau kalah, bukan masalah pribadi atau perorangan tapi masalah yang sangat prinsip yaitu kedaulatan rakyat hak rakyat yang benar-benar dirasakan sedang dirampas,” tambahnya.

Beliau mengharapkan  agar aparat penegak hukum benar-benar mengayomi seluruh masyarakat, tanpa pandang bulu.Juga meminta agar masyarakat pendukungnya agar tidak terprovokasi.

“Kalau terprovokasi, saya mohon jangan membalas, memang berat bahkan kalau saudara dipukul, jangan balas. Seorang ksatria harus memikul beban yang berat, jalan yang sulit itulah jalan pendekar, pendekar tidak boleh gentar menghadapi cobaan,” katanya.

Meski berpendapat di muka umum telah diatur oleh undang-undang apalagi itu untuk menyuarakan ketidakadilan  yang disinyalir inkonstitusional namun  rupanya tidak sepenuhnya benar. Terkait ketidakpuasan rakyat untuk menyuarakan ketikadilan tersebut malah dituduh melakukan tindakan makar.

Seperti halnya, Polda Metro Jaya mulai melakukan penyidikan terhadap Prabowo Subianto atas dugaan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara (makar).

Surat Dirreskrimum Polda Metro Jaya bernomor V/7580/IV/RES.1.24/2019/Datro yang dikirimkan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tentang pemberitahuan dimulainya penyidikan, yang tertuang dalam surat nomor SP.Sidik/1901/V/2019/Ditreskrimum, tanggal 17 Mei 2019.

Dalam surat tersebut, Prabowo diduga bersama-sama melakukan tindak pidana kejahatan terhadap keamanan negara bersama-sama dengan Politikus PAN Eggi Sudjana.  Sementara itu Eggi Sudjana  telah ditetapkan sebagai tersangka kasus makar.

Dahnil Anzar Simanjuntak  selaku Koordinator Juru Bicara Badan Pemengan Nasional Prabowo-Sandi membenarkan adanya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan tersebut.

“Benar, diterima jam 2 tadi,” kata Dahnil, Selasa (21/5) dini hari tadi.

Tidak hanya itu, pihak kepolisian juga sedang menangani kasus seperti Lieus Sungkharisma, Permadi, hingga Eks Danjen Kopassus Soenarko.

Seperti kita ketahui, tindakan yang diduga makar santer disuarakan oleh rakyat karena imbas ketidakadilan tersebut. Terutama menolak hasil demokrasi Pancasila yang disinyalir banyak kecurangan.

Polda Metro Jaya menyebut tersangka Eggi Sudjana dan terlapor Prabowo diduga melakukan tindak pidana dalam Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP Jo. Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 Ayat (1) dan Ayat (2) dengan hukuman 15 tahun penjara. Sedangkan untuk pemimpin dan pengatur makar diancam dengan pidana penjara seumur hitup atau paling lama 20 tahun.

Penulis : Sulis Sutrisna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here