Toko Obat Herbal Masih Disukai Masyarakat untuk Mendapatkan Obat Murah

0
222
Foto : istimewa

Jakarta, namalonews.com – Meskipun saat ini banyak bertebaran Apotik, namun Toko Herbal masih diperlukan oleh masyarakat. Selain karena harganya lebih murah, Toko Herbal masih diyakini menyediakan obat-obatan yang ramah terhadap tubuh manusia.

Peluang bisnis Toko Herbal ternyata masih banyak diminati masyarakat, karena ketersediaan bahan baku yang melimpah di Tanah Indonesia. Dengan membuka Toko Herbal, keuntungan akan berlipat ganda karena harga bahan baku yang masih murah.

Berikut ini ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebagai langkah awal dalam berbisnis Toko Herbal. Hal ini sangatlah penting untuk mengetahui berbagai aspek seperti lokasi, bahan baku, dan promosi.

Lokasi toko harus berada di tempat strategis atau berada di lingkungan rumah penduduk. Sedangkan bahan baku yang akan di jadikan obat herbal, ada baiknya menanam di rumah atau kebun sendiri.

Foto : istimewa

Untuk mempromosikan Toko Herbal sebaiknya meminimalisir anggaran dengan cara promosi melalui website, facebook, instagram, atau media sosial lainnya.

  1. Perincian Modal Awal
  • Etalase = Rp 2.113.000
  • Mesin penepung herbal = Rp 3.104.200
  • Meja = Rp 892.000
  • Kursi = Rp 1.125.000
  • Panci = Rp 225.000
  • Mesin oven = Rp 3.214.000
  • Kompor beserta gas = Rp 331.500
  • Wajan datar = Rp 132.100
  • Pengayak = Rp 122.000
  • Wadah = Rp 131.000
  • Pengulek bahan = Rp 124.250
  • Timba = Rp 82.500
  • Tampah = Rp 42.500
  • Pisau = Rp 53.000
  • Serbet = Rp 22.000
  • Timbangan = Rp 251.000
  • Alat penguji lab = Rp 182.500
  • Peralatan lain-lain = Rp 82.200

Total modal awal = Rp 12.229.750

  1. Pengeluaran

Pembelian bahan baku :

  • Madu = Rp 45.000
  • Minyak zaitun = Rp 50.000
  • Cacing = Rp 22.000
  • Jahe = Rp 5.000
  • Kapulaga  = Rp 9.000
  • Pala = Rp 12.000
  • Sambiloto  = Rp 6.500
  • Jahe putih  = Rp 5.000
  • Jahe = Rp 5.000
  • Gingseg = Rp 12.000
  • Temulawak  = Rp 17.000
  • Sari kurma = Rp 39.500
  • Kayu manis  = Rp 11.000
  • Dan bahan baku lainnya =  Rp 236.600

Jumlah bahan baku = Rp 475.600

3. Biaya lain lain perbulan

  • Sewa tempat = Rp 850.000
  • Air dan listrik = Rp 600.000
  • Gas LPG = Rp 500.000
  • Gaji pegawai untuk 2 orang = Rp 1.500.000

Total biaya pengeluaran Rp 3.450.000

Jika diasumsikan pembelian bahan baku selama 1 bulan maka Rp 475.600 x 30 = 14.268.000 lalu dijumlahkan dengan pembelian gas, air, listrik dan juga sewa tempat, maka total biaya yang harus dikeluarkan per bulannya sebanyak Rp 17.718.000.

Perhitungan keuntungan

Jika potensi penjualan yang didapatkan sebanyak 68 item yang laku dijual per harinya dengan harga perkemasan  Rp 10.000, maka hitungan per bulannya : Rp 10.000 x 68 = Rp. 680.000 x 30 hari = Rp 20.400.000.

Dari sini kemudian dapat dihitung keuntungan bersihnya : Rp 20.400.000 – Rp 17.718.000 = Rp 2.682.000 per bulan.

Jika omset penjualan hingga sebanyak Rp 20.400.000 kemudian dikurangi biaya yang anda keluarkan seperti biaya untuk upah pegawai, listrik dan biaya lain lain sebanyak Rp 17.718.000 maka anda dapat hitung untuk mengetahui keuntungan bersihnya Rp 20.400.000 – Rp 17.718.000 maka perkiraan keuntungan bersih yang anda dapatkan sejumlah Rp 2.682.000 perbulan.

Kemudian ntuk menghitung ROI obat herbal dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

ROI toko obat herbal = ( total penjualan-investasi : investasi ) x 100%

= ((Rp 20.400.000 – Rp Rp 17.718.000 ) : Rp 17.718.000) x 100% = 8,15% hasil yang didapatkan tingkat ROI toko obat herbal sebesar 0,2%.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here