Menambah Pundi Uang dengan Usaha Menjahit

0
47
Foto : thehoneycombers.com

Jakarta, namalonews.com – Sandang atau pakaian merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi. Membeli pakaian pun menjadi keharusan untuk menutupi tubuh.

Terkadang pakaian jadi yang dijual di toko kurang cocok dengan keinginan kita, sehingga beberapa orang lebih memilih menjahit pakaiannya di tukang jahit agar ukurannya dan modelnya pas.

Selain itu, munculnya komunitas yang mengenakan seragam pun menjadi sebab dibutuhkannya seorang penjahit. Mereka cuma membeli bahan kainnya saja dan kemudian dijahit di tukang jahit.

Foto : thehoneycombers.com

Inilah yang menyebabkan usaha menjahit masih memiliki prospek yang menguntungkan. Tapi, bagi Anda yang berniat membuka usaha jahit (Tailor) pasti akan bertanya soal modal.

Sebelum membicarakan modal, kita perlu mengetahui aset dan bahan yang diperlukan untuk keberlangsungan usaha jahit. Setidaknya saat anda akan membuka usaha jahit, Anda akan memerlukan beberapa alat dan bahan.

Alat tersebut berupa mesin jahit, mesin obras yang berfungsi untuk merapikan pakaian dan benang jahit aneka warna. Kemudian beberapa set jarum jahit, penggaris tali dan alat-alat tulis kantor serta rak baju.

Aset berupa alat :

  • Mesin jahit @Rp. 1.5 juta
  • Mesin obras @Rp. 1 juta
  • Penggaris tali @Rp. 10.000
  • Gunting @Rp. 10.000
  • Rak baju sederhana @Rp. 500.000

Modal berjalan ini antara lain :

  • Benang jahit @Rp. 40.000
  • Jarum jahit @Rp. 10.000
  • Perlengkapan baju (kancing, resleting, dll) @Rp. 100.000
  • Buku nota @Rp. 7.000
  • Bolpoint @Rp. 2.000
  • Biaya listrik + air/bulan @Rp. 150.000

Total modal berjalan untuk usaha menjahit kira-kira Rp. 309.000,-

Apabila ditotalkan, maka modal awal membuka usaha jahit itu sekitar Rp. 3.329.000 untuk tempat sendiri, dan lebih dari 18 juta rupiah untuk yang sewa lokasi.

Foto : Dashing Tweeds

Omset usaha jahit

Misal rata-rata perbaju tarifnya 100 ribu, kalau per hari ada 3 jahitan, maka omset harian 300 ribu, omset per bulan mencapai Rp9 juta.

Selain itu, ada yang melakukan vermak pakaian dengan biaya bervariasi tergantung tingkat kesukaran. Misal rata-rata tarifnya 20 ribu, kalau ada 5 pakaian maka perhari bisa mendapatkan 100 ribu dan perbulan 3 juta.

Kalau dikalkulasi, omset bulanan (9 + 3 = 12 juta rupiah), dikurangi modal berjalan 309.000. jadi keuntungan atau profit perbulan sekitar 11,691 juta rupiah.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here