Terungkap, Perusuh Demo 21-22 Mei Ternyata Targetnya Membunuh Empat Pejabat Negara

0
1330
Foto : Radar Cirebon

Jakarta, namalonews.com – Usai kerusuhan 21-22 Mei lalu di kawasan Jakarta Pusat, sejumlah fakta baru pun muncul. Ternyata para perusuh telah menargetkan pembunuhan terhadap 4 pejabat Negara.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal menyampaikan hal tersebut setelah memeriksa 6 tersangka perusuh, yakni HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi. Semuanya memiliki peran berbeda.

“(Tanggal) 14 Maret 2019 HK menerima uang Rp 150 juta dan TJ mendapat Rp 25 juta dari seseorang, seseorang itu kami kantongi identitasnya dan tim mendalami,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Muhammad Iqbal kepada wartawan di Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Senin (27/5/2019).

“TJ diminta membunuh dua orang tokoh nasional saya tidak sebutkan di depan publik,” sambung Iqbal.

Pihak kepolisian tak menyebutkan siapa saja tokoh nasional yang jadi target pembunuhan tersebut. Namun, kata Iqbal, baik Polri maupun TNI sudah tahu siapa targetnya dan siapa ‘seseorang’ yang meminta pembunuhan itu.

Ilustrasi : tribunnews.com

Selain itu, ada tambahan permintaan untuk membunuh dua tokoh nasional lain, selain yang sudah diminta untuk dibunuh sebelumnya.

Iqbal kemudian menuturkan, peran AF, satu-satunya perempuan yang ditangkap, adalah sebagai pemilik dan penjual senjata api kepada salah satu perusuh 22 Mei berinisial HK.

AF alias Fifi ditangkap di kawasan Rajawali, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/5). Wanita ini diduga menerima hasil penjualan senpi senilai Rp 50 juta.

Dalam kesempatan press conference bersama wartawan itu, foto AF bersama perusuh lainnya juga dipamerkan. AF tampak mengenakan kerudung warna putih dan baju tahanan warna oranye.

Selain memiliki senjata api, para perusuh ternyata juga memiliki rompi antipeluru. Rompi antipeluru tersebut terlihat bertuliskan ‘polisi’.

“Ini tersangka juga memiliki rompi antipeluru, rompi antipelurunya bertuliskan polisi,” ungkap Iqbal.

Iqbal juga menunjukkan rompi tersebut ke depan media. Rompi itu berwarna hitam dengan tulisan ‘POLISI’ berwarna putih.

“Rompi ini juga dimaksudkan pelaku untuk memfitnah polisi,” tegas Iqbal.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here