Awas ! Berlibur ke Korsel, Jangan Tulis Nama Pakai Tinta Merah

0
366
Ilustrasi : iStock

Jakarta, namalonews.com – Mengunjungi tempat-tempat wisata di hari liburan lebaran tentu sangat menyenangkan. Apalagi tempat yang kita kunjungi tersebut penuh dengan keunikkan yang belum pernah disaksikan sebelumnya.

Namun ada baiknya selain menikmati berbagai objek wisata, kita juga harus mengenal adat-istiadat budaya penduduk setempat agar komunikasi berjalan dengan baik.

Seperti halnya Korea Selatan, jika kita berlibur ke negeri ginseng ini maka perhatikan adat-istiadatnya. Disini ada kebiasaan yang tidak pernah dijumpai di tempat manapun.

Foto : Istimewa

Selain buda K-Pop yang telah mendunia, di Korsel ada hal yang tabu dilakukan oleh masyarakat disana. Masyarakat Korsel memiliki pantangan untuk menuliskan nama dengan pulpen berwarna merah.

Karena menulis nama orang yang masih hidup dengan tinta merah artinya kesialan atau kematian. Penulisan nama dengan tinta merah hanya diperbolehkan untuk orang yang sudah meninggal.

Dalam penulisan silsilah, biasanya nama leluhur yang sudah meninggal dunia ditulis dengan tinta merah. Penulisan nama orang yang sudah meninggal dalam tinta merah diyakini dapat mengusir roh jahat.

Foto : korea-lover.com

Namun sebaliknya, efek sial dianggap akan terjadi jika menuliskan nama orang yang masih hidup. Jadi penulisan nama orang yang masih hidup dengan tinta merah sangat tabu di Korsel.

Warna merah dianggap oleh masyarakat Korsel sebagai simbol darah. Darah sendiri menjadi simbol rasa sakit dan kematian.

Inilah mengapa penggunaan tinta merah identik dengan kematian. Menuliskan nama teman dengan tinta merah artinya mengharapkan kematian dari orang tersebut.

Namun demikian penggunaan tinta merah hanya diperbolehkan sebagai cap merah pengganti tanda tangan atau kop surat. Ini dilakukan untuk menjaga keaslian dokumen di Korsel.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here