Aturan Ganjil – Genap di Pelabuhan Merak – Bakauheni Dicabut

0
146
Foto : Kompas.com/Kristianto Purnomo

Jakarta, namalonews.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatakan, kebijakan ganjil – genap bagi kendaraan yang melintasi pelabuhan Merak – Bakauheni resmi dicabut dan tidak berlaku.

Menurut Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP Indonesia, Ferry Yusuf Hadi, pencabutan pemberlakuan ganjil-genap ini dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan, mempertimbangkan aspek kenyamanan, kelancaran, dan keamanan pengguna jasa penyeberangan.

“Sudah diputuskan bahwa pemberlakuan ganjil-genap bagi penumpang kendaraan pribadi di Pelabuhan Merak dicabut, atas dasar pertimbangan aspek kenyamanan, kelancaran dan keamanan pengguna jasa,” kata Ferry, Kamis (30/5/2019).

Dengan adanya pencabutan dan tidak berlakunya kebijakan tersebut. Kementerian Perhubungan mengumumkan kebijakan baru yaitu diferensiasi tarif atau tarif diskon dan naik di lintas Merak-Bakauheni selama puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

Aturan ini berlaku di Pelabuhan Merak mulai kemarin (30/5/2019) sampai 2 Juni 2019. Sedangkan di Pelabuhan Bakauheni Lampung dimulai 7 Juni – 9 Juni 2019, dengan tarif diskon sebesar 10% mulai pukul 09.00 – 20.00 WIB. Sedangkan pada malam hari tarif naik sebesar 10% mulai pukul 20.00 WIB – 08.00 WIB.

Tujuan diferensiasi tarif ini adalah untuk mengurangi penumpukan gelombang pemudik di malam hari, seperti yang biasa terjadi pada arus mudik tahun-tahun sebelumnya. Aturan ini diharapkan menjadi solusi agar tidak terjadi penumpukan pada arus mudik dan balik.

Selain itu, Korps Lalu Lintas Kepolisian RI atau Korlantas Polri memberlakukan sistem satu arah atau one way di tol Trans Jawa mulai hari ini, Jumat (31/5/2019), pukul 06.00 WIB untuk mengantisipasi kendaraan para pemudik dari Jakarta.

“Mengingat banyak yang bergerak dari Jakarta setelah sahur, jam enam kami sudah mulai (one way),” ujar Kombes Pol Benyamin Sapta, Kabag Ops Korlantas, Jum’at (31/5/2019)/

Sistem satu arah atau one way diberlakukan oleh Kepolisian untuk mengantisipasi lonjakan jumlah kendaraan pada puncak arus mudik dan arus balik di tol.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here