Akhir Juni, Kemenhub Akan Larang Ojek Online Beri Diskon Tarif

0
995
Foto : ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Jakarta, namalonews.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan menerbitkan aturan baru yang khusus untuk melarang ojek online dan taksi online berikan diskon tarif pada akhir Juni 2019.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, diskon semestinya memang tak diterapkan dalam bisnis transportasi online, karena diskon-diskon itu dikhawatirkan akan membunuh usaha-usaha lain yang sejenis.

“Diskon itu saya sampaikan bahwa yang namanya tarif online itu harus equilibrium harus quality, jadi dengan equal ini kita minta tidak ada diskon,” kata Budi di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (10/5/2019).

“Diskon langsung relatif tidak ada, diskon yang ada ini relatif tidak langsung, yang diberikan oleh partner-partnernya,” lanjutnya.

Menurut Budi, diskon hanya memberikan keuntungan sesaat sedangkan untuk jangka panjang dapat membentuk persaingan yang tidak sehat.

“Oleh karenanya kita merancang satu Permen (Peraturan Menteri) atau surat edaran yang melarang diskon-diskon ini memang memberikan suatu keuntungan sesaat tapi untuk long term saling membunuh itu yang kita ingin tidak terjadi,” ujar Budi.

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga akan menurunkan tarif ojek online, karena penerapan tarif saat ini dinilai masih terlalu besar.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setyadi mengatakan, penurunan tarif akan berlaku untuk jarak dekat di wilayah Jakarta. Saat ini, jarak dekat dikenakan tarif sebesar Rp 10 ribu untuk 4 kilometer (Km) pertama.

“Yang jarak pendek akan diturunkan sekarang Rp 10 ribu. Untuk di Jakarta akan dilakukan seperti itu,” kata Budi, di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (10/6/2019).

Penurunan tarif ini juga akan berlaku untuk per kilometer, tapi besarannya hanya sekitar Rp 50 per Km. Dengan ada kebijakan tersebut, tarif batas atas dan bawah akan diturunkan.

“Per kilo-nya juga kita akan turunkan tapi kecil. ‎Yang atasnya kita turunkan yang bawah kita turunkan,” jelasnya.

‎Menurut Budi, kebijakan ini akan tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan bersamaan dengan larangan diskon untuk tarif ojek online.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here