Gadaikan Istri Sendiri Rp250 Juta Berujung Maut

0
100
Foto : Sindonews

Jakarta, namalonews.com – Perilaku aneh dan mungkin sangat langka di Indonesia, terjadi di di perbukitan lereng kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Seorang suami menggadaikan istrinya sendiri senilai Rp250 juta.

Hori (43) seorang warga Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sejak satu tahun lalu telah menggadaikan istrinya kepada Hartono (40).

Kasus gadai istri ini, berujung maut, pasalnya Hori melakukan aksi pembunuhan berencana terhadap Hartono. Namun, aksi brutal tersebut ternyata salah sasaran, karena yang dibunuh adalah seorang pria yang wajahnya mirip Hartono.

“Pembunuhan berencana salah sasaran ini, berawal dari ulah tersangka yang meminjam uang kepada Hartono senilai Rp250 juta,” ujar Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban, seperti dikutip dari laman Sindo, Kamis (13/6/2019).

“Hori menjadikan istrinya sendiri yang diketahui berinisial R (35), sebagai jaminan hutang kepada Hartono,” imbuh Arsal.

Foto : Tribunnews

Menurut Arsal, R diserahkan kepada Hartono dan akan dikembalikan sampai Hori mampu melunasi hutangnya. Namun, setelah satu tahun berlalu, Hori tidak mampu membayar hutang tersebut, dan ingin menebus hutangnya dengan memberikan sebidang tanah supaya istrinya bisa diambil kembali.

Penawaran yang dilakukan Hori tersebut ditolak mentah-mentah oleh Hartono. Hori tetap berkeinginan untuk mengembalikan hutangnya dalam bentuk uang dan bukan diganti sebidang tanah.

Penolakan ini membuat Hori marah dan akhirnya  pria berusia 43 tahun ini merencanakan pembunuhan. Dia kemudian mendatangi Hartono yang berada di wilayah Desa Sombo.

Saat melihat seseorang yang mirip Hartono, pelaku langsung membacok korban. Tapi setelah pembacokan, pelaku keget karena yang dibacok ternyata orang lain yang bernama Muhammad Toha.

Arsal mengaku perilaku aneh menggadaikan istrinya sendiri ini, masih dalam penyelidikan mendalam.

“Kami baru menemukan kasus semacam ini, sehingga kami dalami terlebih dahulu perilaku tersangka, dan budaya masyarakat di lereng gunung tersebut,” ungkapnya.

“Sementara ini masih pengakuan dari tersangka saja. Kami masih mendalami motif yang sebenarnya terjadi di balik kasus ini, termasuk apakah sudah umum di wilayah tersebut melakukan gadai istri,” tuturnya.

Menurut Arsal, tersangka bisa dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

“Kami juga mendalami kemungkinan adanya dugaan kasus perdagangan manusia, dalam sistem gadai ini,” pungkasnya

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here