Ganjar Usul ke Kemendikbud Untuk Ubah Sistem PPDB Online 2019

0
36
Foto : tirto.id

Jakarta, namalonews.com – Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2019 untuk SMA dan SMK menuai banyak protes dari masyarakat. Protes dilontarkan karena persoalan sistem zonasi serta kouta anak berprestasi yang dinilai terlalu sedikit, hanya 5 persen.

Menanggapai protes tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo langsung mengambil sikap. Ia mengusulkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) untuk mengevaluasi bahkan mengubah mekanisme dan aturan PPDB 2019.

“Saya setiap hari ditanya masyarakat terkait PPDB online ini. Mereka bertanya soal zonasi serta minimnya tempat bagi siswa berprestasi karena kuota yang disediakan hanya 5 persen,” ujarnya Kamis (13/6/2019).

“Maka tadi malam saya menggelar rapat dengan Dinas dan saya telpon langsung pak Menteri Pendidikan terkait masalah-masalah ini,” lanjut Ganjar.

Setelah dicermati, menurut Ganjar, Peraturan  Menteri Pendidikan Nomor 51 tahun 2018 tentang PPDB masih menimbulkan persoalan di masyarakat.

Ini karena pembagian kouta zonasi dengan kuota 90 persen dan jalur prestasi hanya 5 persen.Menyebabkan banyak siswa cerdas yang telah menyiapkan diri untuk masuk sekolah yang mereka inginkan, terkendala aturan itu.

Jawa Tengah berinisiatif mengusulkan kepada pemerintah pusat, agar sistem PPDB  dilakukan perubahan. Salah satunya, agar siswa yang memiliki prestasi mendapatkan keleluasaan untuk memilih sekolah yang diinginkan.

“Saya usul boleh tidak kuota jalur prestasi diubah dari 5 persen menjadi 20 persen. Kalau bisa 20 persen, maka mereka yang berprestasi bisa mendapatkan pilihan sekolah melampaui zonasi yang sudah ditetapkan,” tegasnya.

Selain persoalan penambahan kouta ganjar juga mempersoalkan tentang aturan bahwa yang tercepat mendafatar akan mendapatkan prioritas. Menurutya aturan ini tidak fair dan akan mempersulit masyarakat.

“Sekarang kan rumusnya cepet-cepetan, kalau itu masih digunakan, ya akan terjadi gejolak di masyarakat. Mengatasi persoalan ini harus ada perubahan peraturan,” tutur Ganjar.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here