Usai Pilpres, Internal Demokrat Alami Gejolak

0
37
Foto : rilis.id

Jakarta, namalonews.com – Usai perhelatan Pilpres, internal Partai Demokrat (PD) mengalami gejolak. Hal itu tertuang dalam keterangan tertulis Presidium Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD), Max Sopacua Kamis (13/6/2019).

Max menyebut manuver politik Andi Arief, Ferdinand Hutahahean dan Rachland Nashidiq dianggap tak sesuai dengan marwah Partai Demokrat.

GMPPD menilai pernyataan ketiga kader PD terkait Pemilu 2019 dan Pasca-Pemilu 2019, selama ini tidak sesuai dengan marwah, karakter dan jati diri Partai Demokrat.

Max Sopacua menilai manuver tersebut  menciptakan inkonsistensi dan kegaduhan. Selain itu  membenturkan Partai Demokrat dengan partai, tokoh dan komunitas lainnya.

Terlebih khususnya terhadap ulama dan umat, yang berdampak adanya antipati dan kontraproduktif terhadap Partai Demokrat

Secara internal, GMPPD memandang harus dilakukan kebijakan yang sesuai dengan sistem dan mekanisme yang berlaku.

“Kepada yang bersangkutan diwajibkan menyampaikan permohonan maaf dan tidak mengulanginya lagi,” katanya.

Selanjutnya Max mengatakan, Demokrat bersyukur telah melewati ambang batas 4 persen (7,7 persen) dan meraih posisi urutan terendah sejak Partai Demokrat menjadi peserta Pemilu 2004.

Menurut Max, pada 2004 Demokrat menempati urutan kelima dan di 2019 menempati urutan ke-7.

Demi untuk penyelamatan Partai Demokrat dan kontribusinya bagi kehidupan demokrasi dan pembangunan berkelanjutan, GMPPD segera menyiapkan dan melaksanakan Silaturahim Nasional.

“Untuk itu kami menetapkan momentum puncak GMPPD dengan menyiapkan, mendorong dan melaksanakan suksesnya Kongres Luar Biasa (KLB) selambatnya pada 9 September 2019,’ pungkas Max.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here