Dilanda Kekeringan, Pemerintah Namibia Lelang 1.000 Hewan Liar

0
115
Dry National Park Nature Water Hole Africa Namibia

Jakarta, namalonews.com – Musim kering yang terlampau  parah  menyebabkan Pemerintah Namibia melelang sedikitnya 1.000 ekor satwa liar, termasuk gajah dan jerapah, yang ada di kawasan lindung.

Langkah tersebut diambil untuk mengurangi jumlah hewan yang mati karena kekeringan sekaligus juga mendapatkan tambahan dana hingga 1,1 juta dollar AS (sekitar Rp 15 miliar) untuk konservasi.

“Mengingat tahun ini adalah tahun kekeringan, kementerian lingkungan ingin menjual berbagai jenis spesies hewan dari berbagai kawasan lindung untuk melindungi penggembalaan,” jelas Juru bicara kementerian lingkungan hidup, Romeo Muyunda.

Foto : Thinkstockphotos

“Dan pada saat yang sama juga menghasilkan dana yang sangat dibutuhkan untuk pengelolaan taman dan satwa liar,” imbuhnya.

Mayunda juga menjelaskan, kondisi penggembalaan di sebagian besar taman di Namibia sangat buruk dan jika tidak mengurangi jumlah hewan, ini akan menyebabkan hilangnya hewan karena kelaparan.

Republik Namibia adalah sebuah negara di Afrika bagian Barat Daya tepatnya di pesisir Atlantik. Saat ini di sana ada sekitar 960 kerbau di taman nasionalnya, 2.000 springbok, 780 oryx, dan 6.400 gajah.

Namibia, negara yang berpenduduk 2,4 juta orang ini sebelumnya telah meminta bantuan untuk keadaan darurat kekeringan yang telah mempengaruhi lebih dari 500.000 orang.

Pengumuman lelang penjualan satwa-satwa liar tersebut telah dimuat di surat kabar lokal sejak Jumat (14/6/2019) pekan lalu.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here