Jokowi Mendengarkan Pelaku UMKM yang Mengeluhkan Biaya Sertifikasi dan Pajak

0
57
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang sejumlah perkumpulan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Istana Merdeka, Selasa (18/6/2019) sore.

Pelaku UMKM ini secara khusus diundang oleh Jokowi untuk memberikan masukan dalam rangka mendesain kebijakan Presiden Jokowi pada periode kedua pemerintahannya.

Presiden mendengarkan masukan dan keluhan dari para pelaku UMKM. Masukan itu adalah tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang dinilai masih mahal, biaya sertifikasi yang cukup tinggi, dan permintaan agar pengajuan kredit UMKM mengacu pada sistem keuangan syariah.

Usai Diterima Presiden, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (AKUMINDO) Ikhsan Ingratubun mengungkapkan, besaran tarif PPh final sebesar 0,5 persen bagi pelaku UMKM masih dianggap terlampau tinggi.

“Pajak yang sudah diturunkan 1% menjadi 0,5% tapi dari sisi omzet terasa masih terlalu berat bagi kami. Maka kami minta sama dengan Cina yang pada 2020, itu usaha mikro dan kecil itu minta 0%,” katanya.

Ikhsan pun mengusulkan besaran PPh final bagi pelaku usaha mikro-kecil dipisahkan dari pelaku usaha menengah. Baginya, angka PPh final bagi pelaku usaha mikro-kecil yang tepat adalah nol persen.

Dalam dua hingga tiga bulan ke depan, para pelaku UMKM tersebut akan bertemu lagi dengan Presiden Jokowi untuk kembali meninjau usulan rancangan kebijakan.

Ikhsan menambahkan, pihaknya pada tahap awal mengusulkan pembebasan pajak bagi para pelaku UMKM. Usulan kedua terkait penerapan sistem keuangan yang dianggap paling sesuai untuk UMKM.

Penulis : Agus Yanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here