Panglima TNI Minta Penangguhan Penahanan Mayjen (Purn) Soenarko

0
93
Foto : Sinar Harapan

Jakarta, namalonews.com – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meminta penangguhan penahanan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Mayjen (Purn) Soenarko.

Hal tersebut dikatakan Hadi Tjahjanto setelah bersilaturahmi dengan para ulama Jatim di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Kamis (20/6/2019).

Hadi mengatakan permintaan itu dia layangkan melalui sambungan telepon sebelum tiba di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Dia meminta Danpom TNI Mayjen Dedy Iswanto berkoordinasi dengan Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI Mayjen Joko Purnomo.

Panglima berharap perintahnya itu segera dilaksanakan sehingga penahanan Soenarko bisa ditangguhkan. “Mudah-mudahan segera dilaksanakan untuk Pak Narko,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sisriadi kepada wartawan, Jumat (21/6/2019) mengatakan, Panglima TNI telah memutuskan untuk meminta penangguhan penahanan atas Mayor Jenderal (Purn) Soenarko kepada Kapolri

Menurut Sisriadi, pertimbangan Panglima TNI untuk menunda penahanan mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu meliputi aspek hukum, rekam jejak, hingga moral.

“Beberapa pertimbangannya adalah pertimbangan aspek hukum, pertimbangan tentang rekam jejak Pak Soenarko selama berdinas di lingkungan TNI maupun setelah beliau berstatus purnawirawan, serta pertimbangan ikatan moral antara prajurit TNI dengan purnawirawan,” ungkap Sisriadi.

Soenarko menjadi tahanan Polri dan kini dititipkan di Rutan POM Guntur. Dia adalah tersangka kepemilikan senjata api ilegal yang diduga digunakan untuk diselundupkan ke kerusuhan 22 Mei 2019.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here