Dampak Perang Dagang, Jokowi Harus Sigap Mengadaptasi Negeri!

0
1140
Foto : ist

Jakarta, namalonews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima Perwakilan Bank Dunia di Istana Negara, Selasa (25/6/2019) kemarin. Dalam keterangannya,  Bank Dunia memberi masukan tentang ekonomi serta melaporkan program-program yang dijalani di Indonesia.

Rodrigo A Chaves, selaku Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste, mengatakan dirinya melaporkan program kerja Bank Dunia di Indonesia selama setahun terakhir.

“Kita hanya mengulas pinjaman-pinjaman yang sudah diberikan selama satu tahun terakhir. Kami hanya melaporkan apa yang telah kita lakukan selama tahun fiskal kemarin, pinjaman yang kita kucurkan,” kata Rodrigo usai pertemuan.

“Kami rasa pemerintah perlu memperhatikan dengan seksama apa yang sedang terjadi di ekonomi global saat ini. Ada awan hitam yang menggelantung karena perang dagang. Semoga saja negosiasi antara dua negara kuat segera terjadi agar dampak perang dagang tak berdampak semakin buruk untuk semua pihak,” katanya.

Sementara itu Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, masukan tersebut,  akan dijadikan bahan dalam Rencana Panjang Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

“Targetnya tentunya pada tahun 2030, Indonesia sudah bisa lebih memperbaiki kesejahteraan masyarakatnya. Tadi ada beberapa poin penting, pertama adalah harus ada penekanan mengenai pembangunan sumber daya manusia, khususnya dengan fokus di bidang pendidikan baik pendidikan dasar maupun pendidikan vokasi.”

“Kedua adalah membangun infrastruktur. Karena ternyata infrastruktur kita secara nilai infrastruktur per kapita jauh tertinggal dibanding negara-negara yang tergolong emerging market. Jadi Indonesia dibanding negara berkembang lain masih perlu membangun infrastruktur, terutama yang terkait dengan konektivitas dan infrastruktur dasar, seperti air bersih, sanitasi maupun listrik,” sambungnya.

Ketiga, kata Bambang, adalah untuk menjaga keseimbangan sumber daya alam. Sumber daya alam harus bisa dimanfaatkan tapi saat yang sama juga harus bisa menjaga kesinambungannya dari sisi sustainability. Keempat pemerintah juga disarankan agar bisa terus meningkatkan penerimaan pajak.

Tambah Bambang, kelima Bank Dunia menyarankan agar Indonesia perlu mendorong investasi yang lebih berorientasi kepada ekspor.

“Kemudian investasi yang bisa mendorong Indonesia masuk ke dalam rantai perdagangan global. Dan satu lagi Indonesia harus lebih aktif meningkatkan foreign direct investment. Karena ternyata FDI kita kalah jauh dibandingkan Vietnam misalkan untuk negara sesama Asia Tenggara,” jelasnya.

Sementara itu terkait dampak perang dagang, Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Rodrigo A Chaves menilai, Pemerintah Indonesia perlu mewaspadai bahaya perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Sebagai negara niaga agar Indonesia tetap memperhatikan kondisi ekonomi global. Karena, perang dagang sudah berdampak buruk pada sejumlah negara di dunia.

“Ada awan hitam yang menggelantung, karena perang dagang,” katanya, usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Jakarta, Selasa 25 Juni 2019 kemarin.

Sebagaiman kita ketahui dengan buruknya situasi akibat perang dagang AS dan China ini, dunia hanya berharap agar ada titik temu untuk mengakhiri itu semua.

“Semoga saja, negosiasi antara dua negara kuat (AS-Tiongkok) segera terjadi, agar dampak perang dagang tak berdampak semakin buruk untuk semua pihak,” pungkasnya.

Penulis : Sulis Sutrisna, S.Pd, SE, MM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here