Makanan Alami Itu Sehat, Alam Susah Menerima Molekul Bukan Alam

0
307
Foto : hellosehat.com

Jakarta, namalonews.com – Susu adalah makanan cair yang dikhususkan untuk bayi mamalia termasuk bayi manusia. Kenapa minum susu sapi? Yang sebenarnya benar-benar memang benar, korelasi ostophorosis dengan susu tidak relevan. Kopi keluaran pabrikasi lebih harum, wangi, dan tanpa residu. Perlu diketahui, sayuran Ganja mengandung zat THC (tetrahydrocannabinol-delta-9).

Makanan sehat adalah makanan yang kita makan dalam jumlah yang wajar dan seimbang. Tidak lebih dan juga tidak boleh kurang. Baik dalam kualitas maupun dalan kuantitas. Dalam segi kualitas yakni makanan yang nilai gizi atau mutu kesehatannya terpenuhi. Sedangkan dalam segi kuantitas yaitu harus sesuai dengan berapa banyak asupan yang dibutuhkan tubuh kita. Berhubungan dengan makanan ini merupakan hal yang penting dalam kesehatan.

Makanan Sehat. Kita tahu kesehatan yaitu modal utama makhluk hidup termasuk manusia dalam menjalani prosesi kehidupannya. Yang artinya, makhluk hidup seyogianya memerlukan makanan yang ideal dalam pemenuhannya. Baik kekurangan maupun kelebihan tidak baik bagi kesehatan tubuh yang nantinya pasti akan menimbulkan masalah lain bagi kesehatan. Dampak inilah yang perlu kita pikirkan dengan cermat dan tepat. Untuk menyikapi kehidupan yang normal dan sehat sebaiknya kita bisa menjaga pola dalam pemenuhan kebutuhan akan makanan. Jadi makanan sehat intinya adalah makanan yang seimbang yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Tentang makanan sehat yang ideal dan sangat dibutuhkan tubuh kita sebenarnya sudah dari dulu ada pola yang bisa dijadikan patokannya. Dalam pelajaran ilmu pengetahuan alam yang pernah dulu kita dapati, tentunya kita masih ingat dengan konsepnya Bapak Almarhum Purwo Sudarto.  Beliau adalah sosok penting dengan kebrilian idenya dalam mengemukakan perihal makanan yang kita kenal dengan istilah empat sehat lima sempurna. Namun berkembangnya teknologi yang memicu pola kehidupan dalam dunia kesehatan menambahkan, makanan empat sehat lima sempurna harus memenuhi ketiga belas unsur nutrisi vital yang mau tidak mau harus ada dalam pemenuhan kebutuhan guna sinergisnya metabolisme tubuh. Tanpa terpenuhinya ketiga belas unsur tersebut maka tubuh kita akan mengalami aksi yang bakal menghalangi prosesi metabolisme dengan out put kesehatan yang tergolong tuna.

Empat Sehat Lima Sempurna. Penting dan sangat penting apa itu yang disebut makanan empat sehat. Namun ada sedikit penilaian terhadap lima sempurnanya yaitu susu. Susu adalah makanan cair yang dikhususkan untuk bayi mamalia termasuk bayi manusia. Beberapa unsur pada susu dibutuhkan untuk perkembangan bayi mamalia.  Artinya, susu lebih baik jika diminum atau untuk mencukupi asupan gizi di kala usia masih bayi. Setelah tidak bayi lagi atau usia sudah menginjak dewasa bahkan tua kehadiran susu tidak lagi dibutuhkan.

Juga ada anggapan yang tidak berlogika, bahwa makan makanan sehat tidak akan berguna atau tidak akan sempurna jika tidak dengan susu. Anggapan yang demikian itu jika kita lihat dari aspek kesehatan secara klinis salah besar. Anak sapi untuk meningkatkan kekuatan atau pertumbuhannya di masa bayinya dia makan atau minum susu dari induknya. Setelah beranjak dewasa anak sapi tidak lagi menyusui induknya. Sebaliknya, manusia sejak usia bayi juga minum susu baik yang berasal dari Air Susu Ibu (ASI) ataupun susu yang berasal dari hewan seperti sapi. Setelah manusia beranjak dewasa tidak minum ASI lagi namun masih tetap mempertahankan minum susu dari sapi. Kenapa minum susu sapi?

Budaya Minum Susu. Secara substansi tidak begitu menonjol mempertahankan budaya minum susu setelah dewasa. Karena unsur dan nutrisi yang berada dalam susu tersedia juga pada kompleksnya makanan empat sehat yang tanpa kesempurnaan susu. Itu hanyalah trik dari market propaganda terhadap perdagangan susu. Hal ini biasa dalam dunia bisnis yang sehat. Dan hal inilah yang dominan menjadikan harga susu meroket. Seperti kelogisannya untuk menyikapi anemo masyarakat yang terus mencerca, maka dalih yang sinkron penjual susu tersebut menghubungkannya dengan ostophorosis misalnya.

Yang sebenarnya benar-benar memang benar, korelasi ostophorosis dengan susu tidak serelevan itu. Empat sehat dalam makanan sudah terpenuhi unsur pencegahan ostophorosis. Jangan salah persepsi, masalah kesehatan merupakan masalah yang benar-benar vital dan dominan. Kekayaan yang paling berharga dan tiada tara yaitu kesehatan. Usaha preventif kesehatan sangatlah agung ketimbang usaha kuratif.

Makanan Cepat Saji. Majunya teknologi membawa serta kemajuan di multiaspek kehidupan. Termasuk modernisasi dan kompleksitas terhadap pangan dan makanan. Namun tidak semua kemajuan teknologi selalu berimbas ke yang positif saja. Contoh sederhana yaitu banyaknya bermunculan makanan cepat saji atau fast food. Makanan cepat saji kurang baik untuk kesehatan. Adanya prosesi dalam pengolahannya yang tidak secara alami. Artinya, makanan yang alami itulah yang sebenarnya tergolong makanan yang sehat baik secara ke-original-an maupun secara substansi. Sebaiknya bagi para pecinta kopi lebih direkomendasikan memakan kopi dengan cara yang orisinal dari buah kopi. Bukan menikmati kopi yang sudah mengalami proses pabrikasi yang modern sehingga menyajikan aroma dan rasa yang lebih nikmat. Kopi keluaran pabrikasi lebih harum, wangi, dan tanpa residu. Perlu dicermati secara smart.

Sayuran yang Tidak Baik. Dalam penyeleksian makanan empat sehat terutama sayuran, tidak semua sayur mayur itu baik dan substansi unsur yang terkandung bagus untuk kesehatan. Contoh sederhana saja tanaman yang tergolong sayuran yaitu Canabis Sativa. Canabis sativa yaitu tanaman perdu yang sejenis ketela pohon. Orang lain menyebutnya Ganja. Perdu jenis ini tidak baik untuk sayuran karena mengandung zat aditif kimia yang disebut THC (tetra hydro cannabinol-delta-9). THC merupakan zat hallucinogenio substance atau zat sebagai faktor penyebab terjadinya halusinasi atau khayalan pada orang yang menyalahgunakannya. Sikapi modernisasi zaman dengan mempertahankan makanan yang alami. Back to Nature! Kesehatan adalah segalanya bagi kehidupan…!

Penulis : Sulis Sutrisna, S.Pd., S.E., M.M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here