Waspadai Alergi Terhadap Sea Food !

0
377
Foto : idntime.com

Jakarta, namalonews.com – Sea food, makanan dari laut yang banyak mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh tidak baik untuk kesehatan. Makan sea food bisa menyebabkan alergi. Sebenarnya, memang benar, semua sea food benar-benar tidak benar menyebabkan alergi.

Alergi Sea Food. Di kota besar terutama yang dekat dengan pantai tidak sulit kita menemukan makanan laut yang sering disebut dengan sea food. Seperti di Jakarta ini, sea food banyak kita temukan di seantero kota Jakarta. Sea food merupakan makanan atau hidangan yang berasal dari laut, baik itu berupa hewan maupun tumbuhan. Siapa yang tak kenal dengan sea food? Hidangan nikmat yang berasal dari laut ini banyak kita jumpai di restoran – restoran yang berjejer di jalanan ibukota. Malah dengan mudah kita bisa menemukannya di warung atau kedai-kedai kaki lima yang marak di pinggiran jalan. Pelbagai gaya masakan dengan beragam penyajian disajikan  baik dengan dibakar, digoreng, maupun ditumis.

Namun demikian, kita perlu siapkan kewaspadaan yang penuh. Di balik rasa dan nikmatnya kelezatan hidangan laut tersebut tidak semua orang mempunyai rasa, perasaan, maupun kesukaan terhadap sea food yang sama. Banyak juga kita jumpai beberapa gelintir bahkan golongan orang yang alergi terhadap sea food. Reaksi makan sea food akan dirasakan setelah beberapa (dalam hitungan jam) makan sea food. Segera didapati rasa gatal di area mulut bahkan tangan atau juga seluruh badan. Bisa juga bercak kemerahan tiba-tiba menghinggapi sekujur kulit. Lebih fatalnya lagi jika terjadi mual dan muntah yang disertai pembengkaan di bagian tubuh.

Mencermati Sea Food yang Aman. Pelbagai hal yang bisa menyebabkan seseorang alergi terhadap sea food. Mungkin dari segi kebersihan. Di Jakarta banyak kita jumpai para penjual sea food yang bertebaran di pinggiran jalan. Mereka berjualan berbagai aneka hidangan laut. Terbersit dalam benak, apakah kebersihannya terjamin dengan baik? Baik pengolahannya maupun kebersihan terhadap sanitasnya? Mereka tahu apa tidak terhadap kualitas bahan-bahan yang akan mereka masak? Hewan atau tumbuhan lautnya itu apakah sudah benar-benar sehat? Jangan salah, sekarang ini banyak bertebaran pantai-pantai yang hewan atau tumbuhan lautnya sudah tercemari. Yah sudah tercemari bahan-bahan toksin yang berupa limbah maupun berupa bahan-bahan racun dari pabrik-pabrik. Bagaimana kalau bahan-bahan seperti itu ikut masuk ke dalam tubuh kita bersama makanan yang kita makan. Ujung-ujungnya juga dokter, atau kita harus mengeluarkan segepok uang untuk masalah ini. Mungkin juga akan mengakibatkan sistem imun dalam tubuh kita akan cepat menurun. Sistem imun yang sudah menurun membuat pertahanan tubuh menurun juga. Kegiatan rutinitas pun terganggu.

Namun tidak semuanya demikian. Masih banyak restoran yang menghidangkan dan menyajikan masakan sea food dengan tetap menjaga kualitas dan kebersihan yang benar-benar terjamin. Tentunya restoran tersebut juga cakap dalam pembelian barang-barang dasar menu yang akan disajikan dari pemasok yang menyediakan sea food sehat, segar, dan bersih. Dari pemasok terprcaya.

Dengan kondisi yang demikian itu bisa dipastikan kandungan gizi seperti, protein masih tetap tinggi dan terjaga. Tapi juga jangan salah, kandungan protein yang terlalu tinggi dapat menyebabkan seseorang yang telah makan sea food akan segera alergi. Sea food yang banyak mengandung protein dan cepat menyebabkan alergi seperti: udang, kepiting, maupun lobster.Jika anak-anak yang makan sea food tersebut biasanya lebih rentan alergi daripada orang dewasa. Dan alergi sea food pada anak-anak akan menghilang sendiri seiring bertambahnya umur atau kedewasaan.

Faktor Alergi Sea Food. Faktor keturunan atau genetik ternyata bisa juga menyebabkan alergi terhadap sea food. Jikalau orangtua kita terutama ibu ada yang alergi terhadap sea food kemungkinan besar kita juga akan alergi jika mengonsumsi sea food. Namun demikian jika kita bisa menjaga pola makan dan juga menyeimbangkan pola kehidupan tidak semua alergi sea food bisa terbias dari orangtua.

Zaman sudah modern, pola makan, pola kehidupan sudah tertata dengan apik juga. Yang pada dasarnya, menjaga kesehatan lebih segalanya dibandingkan dengan apa pun itu. Usaha preventif kesehatan lebih berharga daripada usaha kuratif. Sedia payung sebelum hujan.

Jika sudah telanjur memakan sea food dan terjadi alergi sebagai langah pertama yaitu minum obat. Sesuaikan obat jenis tertentu yang secara intens bisa minimal mengurangi atau menghilangkan alergi. Namun demikian kita harus tahu reaksi obat tersebut terhadap kesehatan. Atau kontraindikasi yang ditimbulkan setelah meminum obat. Sebaiknya kita berusaha seminimal mungkin untuk mengurangi kontraindikasi setidaknya yang berhubungan dengan perilaku atau kebiasaan.

Penanganan Alergi Sea Food. Jika alergi terhadap sea food timbul, penanganan pertama yaitu dengan meminum obat pereda gatal. Tentunya obat tersebut hanya bisa mengurangi rasa gatal. Garis besarnya obat tersebut tidak bisa membuat si penderita alergi sembuh total. Seyogianya, salah satu jalan terbaik untuk menyikapi terhadap penderita alergi yaitu dengan menghindari obyek atau makanan yang bisa menyebabkan terjadinya alergi. Jika sedang terserang alergi, sebaiknya tidak menggaruk kulit yang sedang gatal atau timbul ruam, agar tidak luka. Untuk mengurangi rasa gatal, olesi  saja dengan bedak salisil pada bagian yang ruam atau gatal. Atau, minum obat antihistamin atau obat penawar alergi. Karena sampai saat ini masih belum bisa ditemukan obat yang pas manjur untuk menghilangkan dan menyembuhkan total terhadap rasa alergi pascamakan sea food. Lebih efisiennya harusnya berkonsultasi dengan dokter penyakit kulit yang berpengalaman.

Tindakan aman dan preventif terhadap penderita alergi sea food yaitu dengan tidak mengonsumsi makanan sea food yang bisa mengimbasi alergi tersebut. Alergi cumi-cumi seyogianya bisa menghindari dengan tidak makan cumi-cumi. Agar tetap bisa menikmati sea food ya makan sea food yang bukan cumi-cumi.

Penulis : Sulis Sutrisna, S.Pd., S.E., M.M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here