Pergantian Kurikulum, Sempurnakan Sistem Pendidikan?

0
2738
Foto : arah.com

Jakarta, namalonews.com – “Guru merupakan aktor dominan dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Dengan alasan yang logis,  perubahan dan pengembangan kurikulum untuk penyesuaian tuntunan zaman. Kurikulum penting, namun tak kalah penting  bagaimana strategi membelajarkan dan spiritnya. “More important than the curriculum is the question of the methods of teaching and the spirit in which the teaching is given.”

Pendidikan memerlukan adanya sistem pendidikan yang akan mengarahkan dan mengembangkan ke arah aspek yang multidimensi. Hal ini jelas perlu adanya suatu kurikulum pendidikan. Secara singkat kurikulum memegang peranan yang sangat penting dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan-tantangan di masa depan. Dengan kurikulum dalam menghadapi tantangan di masa depan, diharapkan peserta didik harus berbekal pengetahuan, keterampilan, sikap, maupun keahlian untuk beradaptasi dan juga bisa bertahan hidup dalam lingkungan yang terus berubah.

Dengan alasan yang logis,  perubahan dan pengembangan kurikulum untuk penyesuaian dengan tuntunan zaman. Bukan semata-mata dan tidak bertuan, perubahan ini berdasarkan rujukan dari suatu survei internasional perihal kemampuan siswa Indonesia. Salah satu dari survei tersebut yaitu “Trend in International Math and Science” yang dilakukan oleh Global Institute beberapa tahun lalu. Berdasarkan survei tersebut, siswa Indonesia yang mampu mengerjakan soal berkategori tinggi dengan penuh penalaran hanya sebesar 5 persen saja.

Perubahan diharapkan akan menjadi penyempurna subyek perubahan. Penyempurnaan yang telah matang dan tentunya menelurkan out put yang matang pula. Perubahan yang mengubah penyempurnaan. Banyak kalangan baik dari pelaku pendidikan maupun orangtua subyek pendidikan memerlukan banyak hal untuk persiapan adanya pelaksanaan Kurikulum 2013. Pengetahuan tenaga pendidik atau guru tentang perubahan kurikulum bisa dibilang masih di permukaan saja, pemahaman teknis pengajaran masih  jauh di bawah. Sehingga tanpa disadari dan tanpa adanya persiapan yang memadai, perubahan struktur kurikulum yang potensial akan membuahkan kekacauan di tingkat sekolah.

Adanya peningkatan kompetensi guru maupun tersedianya sarana dan prasarana pendidikan merupakan sumbangsih bagi peserta didik yang diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan yang terformat dalam kurikulum. Format dan rumusan ini pun pada Sistem Pendidikan Nasional masuk dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL). Dengan pengertian, kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup pelbagai aspek seperti sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Menengok lebih dalam lagi, guna menjamin supaya Standar Kompetensi Lulusan tercapai maka perlu adanya kegiatan belajar mengajar dengan pelengkapan beberapa standar seperti, satandar isi, standar proses, standar pendidik maupun tenaga edukasian, standar sarana dan sarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan maupun standar evaluasi pendidikan. Tidak begitu saja mengacu kestandaran. Semua standar ini telah diatur dalan Peraturan Pemerintah, tentunya.

Dengan adanya perubahan dan pengembangan pada Kurikulum 2013 yang merupakan bagian dari suatu usaha peningkatan mutu pendidikan yang berjalan, bisa dijadikan bahan rujukan saat penerapan Kurikulum 2013. Yang tetap merupakan suatu kurikulum yang berbasis kompetensi. Namun demikian mengenai sistem pendidikan nasional mempunyai kerangka dasar dan struktur dasar maupun menengah yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan sendirinya satuan pendidikan seyogianya tetap harus beracuan pada kerangka dasar dan struktur dasar kurikulum  dalam pengembangan kurikulumnya. Dalam praktiknya, pemerintah yang telah mengadakan uji publik dengan dihadirkannya Buku Babon  dimaksudkan untuk standarisasi dalam pelaksanaan kurikulum.

Kepemimpinan kepala sekolah pada tingkat satuan pendidikan maupun kepemimpinan guru pada tingkat kelas di samping ketepatan perumusan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), maupun kerangka belajar, dan struktur kurikulum itu sendiri merupakan faktor-faktor keberhasilan Kurikulum 2013. Guru merupakan aktor dominan dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Karena guru secara langsung berhadapan dengan para peserta didik. Tentu saja dengan pendukung utama yaitu kepala sekolah supaya kurikulum tetap sebagai peningkat mutu pendidikan dasar dan menengah. Generasi penerus, budayakan membaca. Sehatkan KBM (Kegiatan Belajar dan Mengajar). Bersama Buku dan Guru, Kuasai dan Taklukkan Dunia….Pastinya!

Penulis : Sulis Sutrisna, S.Pd., S.E., M.M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here