Ponsel Black Market Akan Segera Diblokir

0
118
Foto : HiTekno.com

Jakarta, namalonews.com – Pemerintah Indonesia kini tengah menunjukan sikap serius untuk memberantas penggunaan ponsel ilegal (Black Market). Pada Agustus mendatang regulasi yang mengatur pembelokiran ponsel black market tersebut akan ditandatangani.

Dalam regulasi tersebut berbentuk Peraturan Menteri (Permen). Dalam hal ini, setidaknya ada tiga kementerian yang terlibat yakni Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Perdagangan.

Menurut Janu Suryanto, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, peraturan menteri tersebut bakal ditandatangani pada pertengahan bulan depan. Namun, ia tidak merinci seperti apa isi dan lingkup dari payung hukum tersebut.

“Aturannya secara detail sedang dibuat. Tanggal 17 Agustus 2019, harus tanda tangan 3 Peraturan Menteri terkait pemblokiran lewat IMEI,” ungkap Janu melalu, Rabu (3/7/2019).

Kementerian Perindustrian sendiri sudah memiliki sebuah mesin bernama Device Identification, Registration, and Blocking System (DIRBS) yang mampu mengidentifikasi ponsel black market. Mesin ini bekerja menggunakan nomor IMEI yang melekat pada setiap ponsel.

Cara kerja mesin DIRBS adalah memindai nomor IMEI mana saja yang terdaftar di database dan mana yang tidak. Jika tidak terdaftar, maka ponsel dengan nomor IMEI tersebut akan dianggap sebagai ponsel ilegal.

Sementara Kementerian Kominfo nantinya akan meminta operator seluler untuk memblokir jaringan yang digunakan oleh ponsel yang teridentifikasi ilegal, kemudian Kemendag akan mengawasi proses perdagangan ponsel tersebut.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here