Di Palembang Makan Pecel Lele sampai Pempek akan dikenakan pajak 10%

0
508
Foto : grid.id

Jakarta, namalonews.com – Pemkot Palembang kini mulai mengenakan pajak 10% bagi pedagang kaki lima. Penerapan peraturan tersebut membuat warga yang makan pecel lele hingga pempek di warung kaki lima akan dikenakan pajak.

“Saat ini kita mulai menerapakan untuk mengenakan pajak 10% ke semua pengusaha. Pedagang pecel lele, rumah makan sampai pengusaha kuliner,” kata Wali Kota Palembang, Harnojoyo ketika ditemui di kantornya, Selasa (8/7/2019).

Harnojoyo  menjelaskan, pajak 10% itu sebenarnya sudah diterapkan sejak jauh hari. Namun untuk kali ini Pemkot mulai memasang alat pemantau e-tax, dengan begitu semua transaksi akan terpantau. Dia mengatakan, penerapan pajak itu untuk mengejar target PAD Rp 1,3 Triliun.

“Saat mereka mendirikan izin buat rumah makan, usaha atau sebagainya itu sudah dititpkan pajak Rp 10%. Jadi omzet mereka ini yang dikenakan pajak, selama ini mereka bayar, tapi tidak sesuai,” kata Harnojoyo.

Harnojoyo mengharapkan dengan pemasangan alat tersebut penarikan pajak khususnya bidang kuliner lebih maksimal. Termasuk tidak ada tipu-tipu dalam pembayaran pajak di Kota Palembang.

“Makanya kita pasang alat untuk menarik pajak atau memantau. Jadi setiap orang makan itu kan kena pajak, tapi selama ini tidak dibayarkan ke kita, ini yang kita cari untuk peningkatan PAD,” katanya.

“Alat tapping-box dipasang di tiap usaha. Gunanya sebagai alat untuk memantau pendapatan harian. Saya rasa masyarakat nggak perlu khawatir,” katanya lagi

Pemungutan pajak ini berdasarkan dengan Perda Nomor 84/2018 tentang pemungutan pajak restoran sebesar 10%. Pajak ini dikenakan bagi masyarakat yang makan di tempat, maupun di bungkus atau take away.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here