Lagi-lagi… Mengapa Ekonomi Sulit Tumbuh Lebih Dari 5,3 Persen?

0
327
Foto : akurat.com

Jakarta, namalonews.com – Bambang Brodjonegoro selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas berpendapat, pertumbuhan ekonomi RI pada tahun ini tak akan mencapai di atas 5,3 persen. Walaupun pelbagai upaya  dilakukan oleh pemerintah.

“Ternyata tingkat pertumbuhan optimal kita, maksimal kalau kami melakukan segala sesuatunya secara 100 persen itu hanya 5,3 persen. Jadi sulit sekali untuk di atas 5,3 persen,” kata Bambang di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, (8/7/19) Senin kemarin.

Namun demikian pemerintah akan berusaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan. Masih dalam keterangannya, pihaknya menargetkan rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen dalam RPJMN 2020 mendatang. Untuk skenario moderat sebesar 5,6 persen per tahun dan skenario optimis sebesar 6 persen per tahun.

Faktor utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi berdasarkan diagnosis yang dilakukan pihaknya adalah masalah regulasi dan institusi juga Presiden Joko Widodo.

“Sebenarnya ini masalah yang sudah berulang, cuma tadi ingin ditegaskan bahwa mengatasi masalah regulasi dan institusi sangat penting, terbukti dia adalah faktor yang paling menghambat faktor pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tuturnya.

Sehingga ke depan, pemerintah akan melakukan penataan regulasi, yang menghambat investasi maupun perdagangan ekspor dan impor.

“Kita lebih lama dan lebih mahal dari negara tetangga itu saja membuktikan dari segi daya saing pun Indonesia masih harus mengejar ketertinggalan dibandingkan negara tetangga. Jadi kuncinya kepada penataan kembali regulasi dan implementasi dari regulasi di lapangan,” pungkasnya.

Sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia pada 2018 lalu tumbuh 5,17 persen. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang pertumbuhan pada 2017, 2016, dan 2015 berturut-turut yakni 5,07 persen, 5,02 persen, dan 4,79 persen. Bahkan bila merunut ke belakang, Presiden Joko Widodo  sempat menyampaikan optimismenya bahwa ekonomi nasional mampu tumbuh 7 persen.

Disinyalir hambatan utama pertumbuhan ekonomi nasional adalah regulasi dan institusi. Masalah regulasi, yakni aturan-aturan baik di kementerian atau lembaga yang menghambat aktivitas ekonomi. Ia memberi contoh, pengurusan administrasi kepabeanan untuk ekpsor yang memakan waktu rata-rata 4,5 hari.

Melihat fenomena ini perlu target pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun ke depan. Skenario pertama disebut skenario dasar dengan angka pertumbuhan 5,4 persen per tahun. Sementara skenario selanjutnya adalah moderat dengan angka pertumbuhan 5,7 persen per tahun dan skenario optimis dengan angka 6 persen per tahun.

“Intinya kita baru bicara naikkan pertumbuhan ke 5,4 persen dari 5,3 persen. Itu saja sudah membutuhkan tadi. Kita harus membereskan dulu masalah yang paling berat yaitu masalah regulasi dan institusi,” kata Bambang.

Namun demikian, pemerintah juga masih punya pekerjaan rumah guna menaikkan peringkat ease of doing bussiness (EoDB).

Penulis & Editor: Sulis Sutrisna, S.Pd., S.E., M.M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here