Kenapa Habib Rizieq Seolah Syarat Rekonsiliasi?

0
158
Foto ; medcom.id

Jakarta, namalonews.com – Sebagaimana kita ketahui bawha Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko tak sepakat Habib Rizieq Syihab jadi syarat rekonsiliasi. Juga  menyarankan Imam besar FPI itu pulang sendiri ke Indonesia.

“Saya berharap Moeldoko tabayu lah, jangan asal komentar jadi nggak tahu situasi kondisi yang sebenarnya,” kata Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin, di Jakarta, Rabu (10/7/2019) hari ini.

Lebih lanjut dalanm keterangannya, Novel mengatakan kepulangan Habib Rizieq akan ditentukan oleh dirinya sendiri dan tim kuasa hukumnya.

“Adapun kepulangan HRS yang menentukan adalah beliau sendiri dengan tim kuasa hukumnya, adapun Dahnil Anzar sebagai orang beriman, bertakwa, sudah otomatis cinta kepada ulama yang istikamah sehingga Dahnil Anzar punya tanggung jawab moral sebagai kewajibannya membela ulama yang terzalimi,” ujar Novel.

Novel menuturkan Habib Rizieq merupakan sosok berpengaruh dalam perjuangan umat di Indonesia. Adalah wajar  jika banyak pihak yang ingin memulangkan Habib Rizieq.

“Jadi bukan HRS yang minta, apalagi HRS sangat berpengaruh dan punya kontribusi besar dalam menentukan suara 02 yang sangat besar dan massa 02 yang bela agama Islam dan cinta ulama, maka semangat umat Islam, khususnya alumni 212, ingin sekali berjuang memulangkan HRS yang sampai saat ini masih menjadi korban pemerintahan yang berkuasa,” tuturnya.

Sebagaimana kita ketahui sebelumnya, Moeldoko heran atas pernyataan membawa pulang Rizieq sebagai syarat rekonsiliasi.

“Pergi, pergi sendiri, kok kita ribut mau mulangin, kan gitu,” kata Moeldoko saat ditemui di Istana Bogor, Selasa (9/7) kemarin.

“Ya pulang sendiri saja, nggak beli tiket, baru gua beliin,” lanjutnya.

Moeldoko menyerahkan sepenuhnya  jaminan hukum atas kepulangan Rizieq kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

“Ya saya tidak tepat bicara itu ya, mungkin Kapolri,” tuturnya.

Sementara itu,  Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani heran kepulangan Habib Rizieq Syihab dijadikan syarat rekonsiliasi.

“Orang pergi sendiri, terus jadi kita harus yang minta pulang?” ujar Puan, Selasa (9/7/2019) kemarin.

Disinggung  soal syarat rekonsiliasi yang meminta agar pro-Prabowo yang terjerat kasus hukum dibebaskan. “Ya proses hukum tetap berjalan, ya sudah dijalanin saja. Sekarang memang tetap berjalan kan proses hukumnya,” katanya.

Terkait kapan rekonsiliasi akan berlangsung, “Yang pasti saya merasa silaturahmi akan sangat penting sekali, apalah itu hanya silaturahmi persahabatan, kekeluargaan, apa bicara hal politik. Yang pasti pemilu sudah selesai, sudah sebaiknya kita kemudian bisa bersatu untuk menjaga Indonesia ini aman dan tenteram sejahtera,” imbuhnya.

Penulis & Editor: Sulis Sutrisna, S.Pd., S.E., M.M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here