Rekonsiliasi Terwujud dengan Kepulangan Rizieq?

0
715
Foto : rakyat.net

Jakarta, namalonews.com – DR Rizal Ramli ikut menyoroti  wacana rekonsiliasi yang terus mengemuka pasca Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan pemenang pilpres.

Akan tetapi tidak sama dengan yang dikemukakan masyarakat pada umumnya.Yakni rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo diperlukan demi meredam polarisasi pascapilpres. Sementara itu,  Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu justru menilai rekonsiliasi sebagai kata-kata kotor.

“Hari ini kalau kita ngomong rekonsiliasi, itu is a dirty word, kata-kata yang kotor. Saya mohon maaf,” tegasnya saat menjadi narasumber di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (9/7/19) kemarin.

Bukan tanpa alasan. Selain makna dari rekonsiliasi yang banyak diartikan sebagai bagi-bagi kursi, Rizal menilai kata tersebut tidak pas.

Hal ini karena proses rekonsiliasi membutuhkan pengakuan kebenaran dari kedua pihak yang berkonflik. Setelah ada pengakuan, maka proses rekonsiliasi bisa dijalankan.

Sebagai contah  rekonsiliasi yang dilakukan mantan pemimpin Afrika Selatan, Nelson Mandela. Harus menyampaikan pengakuan di depan publik terlebih dahulu, lalu memaafkan para pelaku. Sebagaiman kita ketahui  kini Afrika Selatan dapat hidup damai antara kulit hitam dan putih.

“Ini kita (ujug-ujug) rekonsiliasi, truth-nya nggak ada,” tegas mantan Menko Kemaritiman itu.

Sementara itu, wacana rekonsiliasi kubu dua  Joko Widodo dan Prabowo Subianto kian menguat. Bahkan kedua kubu memberi sinyal untuk mendorong pertemuan segera terwujud.

Akan tetapi  Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang berdiri di belakang Prabowo mengajukan syarat rekonsiliasi, yakni memulangkan Rizieq ke Tanah Air.  Sementara itu Pengacara Rizieq Sugito Atmo Prawiro mengatakan, pihaknya enggan mengomentari soal upaya rekonsiliasi  karena masalah tersebut merupakan urusan politisi.

“Kami dari kuasa hukum tidak mau ikut campur, tidak mau tahu masalah itu,”ujar Sugito Rabu (10/7/2019) hari ini.

Lebih lanjut, Sugito mengatakan, FPI dan Rizieq enggan masuk ke ranah politik. Beliau ingin memperjuangkan Rizieq adalah terbebas dari cekalan pemerintah Arab Saudi dan pulang ke Indonesia.

“Kalau masalah kepulangan, dari awal sudah mau pulang. Tapi kan kena cekal,”kata Sugito.

Sebagaiman diketahui  pada pertengahan 2018 lalu, Rizieq dikabarkan tak diizinkan pemerintah Arab Saudi untuk bepergian ke luar negeri. Saat itu Rizieq hendak ke Malaysia untuk menyelesaikan disertasinya. Dubes Saudi beralasan, Rizieq telah dicekal karena masalah visa yang kedaluarsa.

Penulis & Editor: Sulis Sutrisna, S.Pd., S.E., M.M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here