Kawasan Tambang Ombilin Sawahlunto Resmi Jadi Warisan Dunia UNESCO

0
101
Foto : AntaraNews.com

Jakarta, namalonews.com – Kawasan penambangan Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat resmi menjadi warisan budaya dunia, setelah ditetapkan oleh UNESCO.

Sebelum ditetapkan menjadi warisan dunia, daerah tersebut dulunya adalah lokasi tambang batu bara yang dioperasikan PT Bukit Asam Ombilin. Namun tambang milik PT BA ini sudah lama tidak beroperasi lagi.

Menurut, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Oni Yulvian, memprediksi kunjungan wisatawan di Ombilin akan meningkat dan dibutuhkan peningkatan infrastruktur seperti hotel, restoran dan lainnya.

Ia pun memasang target kunjungan wisatawan ke Sumbar pada 2019 sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) adalah 57.087 orang untuk wisatawan mancanegara dan 8.476.724 orang wisatawan nusantara.

“Setelah ditetapkan sebagai warisan dunia, Ombilin perlu peningkatan penerimaan masyarakat terhadap wisatawan, baik dalam maupun luar negeri, karena akan banyak wisatawan yang datang,” kata Oni, Selasa (9/8/2019).

Foto : Dinas Kebudayaan dan Pariwisata/Sumbarprov.go.id

Sebelum resmi masuk daftar Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO pada pergelaran Sesi Ke-43 Pertemuan Komite Warisan Dunia, Sawahlunto terlebih dahulu dimasukkan ke daftar sementara warisan budaya dunia sejak 2015.

Sejak saat itu, proses pengumpulan data, penyusunan dokumen pendukung dan diskusi panjang dengan para ahli dan akademisi dari dalam dan luar negeri makin intensif dilakukan.

Hingga saat ini, Indonesia memiliki Sembilan Warisan Dunia yang telah ditetapkan UNESCO.

Pada kategori Warisan Alam terdapat empat warisan, yaitu Taman Nasional Ujung Kulon (1991), Taman Nasional Komodo (1991), Taman Nasional Lorentz (1999), dan Hutan Hujan Tropis Sumatera (2004).

Sedangkan pada kategori Warisan Budaya terdapat lima warisan, yaitu Candi Borobudur (1991), Candi Prambanan (1991), Situs Manusia Purba Sangiran (1996), Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi dari Filosofi Tri Hita Karana (2012), dan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (2019).

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here