Waduh…. Krakatau Steel Kalah Bersaing Dengan Cina!

0
149
Foto : cdcindonesia.com

Jakarta, namalonews.com – Jusuf Kalla selaku Wakil Presiden turut angkat suara mengenai meruginya PT Krakatau Steel Tbk. Di antaranya adalah karena kalah bersaing dengan produk dari China.

“Kenapa baja murah karena, bayangkan Indonesia bikin baja harganya 600 dolar per ton. Tapi China bikin 400 dollar, kalau bikin 500 dolar, dia untung 100 dolar. Kita rugi 100. Jadi makin banyak, karena Krakatau steel teknologi lama,” kata JK Jakarta Pusat, Kamis (11/7/3019 kemarin.

Selain itu Krakatau Steel yang masih menggunakan teknologi lama. DEngan demikian disinyalir kalah dengan teknologi yang baru yang lebih efisien.

“Jadi ini persoalannya kita, inilah namanya revolusi industri, ini revolusi efisiensi,” ujar JK.

Bahkan hal ini menjadi dilema di Indonesia yang juga ingin industrinya efisien. Selain itu  JK mencontohkan pabrik semen yang juga kalah bersaing.

“Pabrik semen kita mengalami saingan dengan pabrik semen China di Indonesia. Karena, kita bikin semen per sak katakanlah 40 ribu, pabrik China bisa bikin 30 ribu,” kata JK.

“Contohnya pabrik semen pegawainya 600 orang. Tapi China hanya 70 orang. Jadi otomatis, jadi ini persoalannya kita inilah namanya revolusi industri. Ini revolusi efisiensi,” ucapnya.

JK menuturkan pemerintah sendiri mengalami dilema antara mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat dengan bahan murah atau melindungi industri. Dia menilai, industri di Indonesia harus berbenah agar tidak merugi.

“Jadi pilihannya apa. Mau efisien atau mahal, untuk melindungi. Tidak bisa kita dalam industri di pasar terbuka ini, jadi solusinya Krakatau Steel sendiri,” sebut JK.

Krakatau Steel saat ini sedang melakukan program restrukturisasi. Restrukturisasi perusahaan yang dijalankan meliputi restrukturisasi utang, restrukturisasi bisnis, dan restrukturisasi organisasi. Dengan tujuan agar Krakatau Steel lebih efisien dan kompetitif di tengah persaingan industri baja global.

Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Silmy Karim pernah mengatakan perseroan menargetkan efisiensi/perampingan sekitar 2.400 karyawan organik di perusahaan induk KRAS hingga tahun depan

Setidaknya ada 800 karyawan yang akan memasuki masa pensiun hingga tahun depan serta pengalihan 600 karyawan dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan KS.

“Optimalisasi, tenaga kerja di lini bisnis yang sudah bertahun-tahun tidak berproduksi, saya pindahkan ke tempat lain yang masih berproduksi. Nantinya juga ada program pensiun dini yang belum saya keluarkan, kita akan lihat keuangan KS apakah memungkinkan untuk menjalankan program ini. Target kami bisa efisiensi hingga sekitar 2.400 karyawan,” jelasnya.

“Jadi tidak ada PHK massal, sekali lagi saya tegaskan tidak ada PHK massal. Kami hanya melakukan perampingan, mengoptimalkan SDM yang ada dengan dipindahkan dari induk perusahaan, sekarang mereka bisa menghasilkan uang di anak atau cucu perusahaan,” imbuhnya.

Penulis & Editor: Sulis Sutrisna, S.Pd., S.E., M.M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here