Bagaimana Amnesti untuk Baiq Nuril?

0
148
Foto : youtube

Jakarta, namalonews.com – Sebagaimana kita ketahui bahwa surat pertimbangan pemberian amnesti untuk terpidana kasus ITE sekaligus korban pelecehan seksual Baiq Nuril Maknun dari Presiden Joko Widodo telah diterima DPR.

Juga tahapan pembahasan oleh Badan Musyawarah (Bamus) telah selesai dilaksanakan pada Selasa 16 Juli 2019.

Erma Suryani Ranik  selaku Wakil Ketua Komisi III DPR dalam keterangannya, pihaknya belum bisa membahas pertimbagan amnesti tersebut.

“Belum hari ini,” katanya di Jakarta, Rabu (17/7/2019) kemarin.

Komisi III baru bisa membahas surat permohonan amnesti pada Rabu 24 Juli pekan depan. “Kemungkinan tanggal 24,” ucapnya singkat.

Saat ini,  Komisi III masih membahas banyak agenda lain yang memang sudah terjadwal. Setidaknya ada empat RUU yang tengah dibahas Komisi III. “Karena komisi masih ada agenda lain. RUU Kitab UU Hukum Pidana, RUU Mahkamah Konstutusi, RUU Jabatan Hakim, RUU Pemasyarakatan,” ucapnya

Sebagaimana kita ketahui sebelumnya, Politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka menyatakan, tahapan lanjutan setelah pembahasan di Komisi III adalah kembali ke Bamus.

“Akan dibawa lagi ke rapat paripurna sebagai keputusan tertinggi DPR, baru setelah itu dikirimkan ke presiden,” ujarnya

“Setelah presiden membaca, memperhatikan kalimat di UUD, perhatikan oertimbangan dari DPR, barulah baru ada keputusan apakah ibu Baiq nuril akan diberi amnesti atau tidak oleh bapak presiden, sebagai hak progatif dari bapak presiden,” ucapnya

Menanti Amnesti, Bertemu Raffi Ahmad, dan Mimpi Jokowi

Sementara itu, pengakuan Baiq Nuril Maqnun merupakan beban berat dalam memperjuangkan keadilan bagi dirinya sudah jauh berkurang.

“Ibarat orang baru melahirkan sekarang saya sudah plong dan merasa lega sekali,” kata Baiq.

Penulis & Editor: Sulis Sutrisna, S.Pd., S.E., M.M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here