Ke Oposisi atau Jokowi, Gerindra Belum Pasti

0
154
Foto : kabarnagari

Jakarta, namalonews.com – Disinyalir tinggal beberapa langkah lagi Partai Gerindra akan bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo jilid II.

Sebagaimana kita ketahui bahwa pernyataaan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto “kami siap membantu jika diperlukan” saat bertemu dengan Presiden terpilih Jokowi di Jakarta pada 13 Juli 2019. Mungkin ini adalah isyarat bahwa Gerindra siap bergabung di pemerintahan baru Jokowi.

Iwel Sastra selaku pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership berpendapat, Gerindra merapat ke kabinet Jokowi-Maruf dengan  kesepakatan fantastis.  Maksudnya, tidak hanya mendapatkan jatah menteri.

“Pasti ada deal yang lebih kuat,” ujar Iwel Sastra, Rabu (17/7/19)kemarin.

Jika benar Gerindra bergabung ke Kabinet Kerja jilid II, tentu jatah menteri yang diperoleh tidak sedikit. Juga pos kementerian-kementerian yang strategis, bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Intinya, pasti ada deal-deal yang kuat sehingga Gerindra bersedia bergabung,” demikian Iwel Sastra menerangkan.

Sementara itu, Andre Rosiade selaku Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra dalam pandangannya, internal partainya belum satu suara mengenai arah politik lima tahun mendatang. Namun  masih terdapat pro dan kontra di antara para kadernya.

Artinya, ada kader yang sepakat Gerindra tetap menjadi oposisi. Ada pula yang ingin mendukung pemerintahan Joko Widodo- Ma’ruf Amin tentunya.

Lebih lanjut Andre menegaskan, bahwa arah politik partainya akan ditentukan melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan diselenggarakan pada bulan September 2019 mendatang.

“Sekarang boleh ada yang pro, ada yang kontra. Sebelum keputusan diambil, boleh berbeda. Tapi setelah keputusan diambil di dalam Rakernas, kami semua akan tegak lurus dengan keputusan partai dan Pak Prabowo,” ujar Andre di Jakarta, Rabu (17/7/2019) kemarin.

Andre mengakui, kader yang ingin Gerindra berada di oposisi jumlahnya lebih besar. Bahkan setelah Rakernas rampung dan arah politik ditentukan, semua kader akan mematuhinya.

“Yang jelas, saya mewakili Partai Gerindra menegaskan, seluruh kader partai akan tegak lurus dengan keputusan Pak Prabowo,” kata Andre menambahkan.

Prabowo akan mendengar aspirasi dan masukan kadernya di akar rumput se-Indonesia sebelum menentukan arah politik.

Termasuk aspirasi elemen relawan, ulama serta partai-partai politik pendukungnya pada Pemilu 2019. “Pak Prabowo memang akan bertemu, berdiskusi, menyampaikan hasil pertemuan, menjelaskan sekaligus menyerap aspirasi apa yang terbaik bagi bangsa dan negara. Itu yang akan menjadi sikap Pak Prabowo dan Partai Gerindra,” tegas Andre.

Penulis & Editor: Sulis Sutrisna, S.Pd., S.E., M.M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here