Terkait Rekonsiliasi, Jokowi Tidak Suka Bagi-bagi Kue. Siapa yang Tidak Mau Rumongso?

0
164
Foto : breakingnews.co.id

Jakarta, namalonews.com – Sebagaimana kita ketahui, untuk terlaksana rekonsiliasi Amien Rais mengajukan persaratan. Namun demikian persyaratan tersebut ditolak oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB.

Dalam keterangannya, Jazilul Fawaid selaku Ketua DPP PKB, sejak dibentuk koalisi Joko Widodo-Maruf Amin tidak pernah ada syarat bagi-bagi kursi.

“Koalisinya Pak Jokowi ini sejak awal tidak pernah mempersyaratkan bagi-bagi kursi,” ujar Jazilul di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/7) hari ini. Menurutnya, apa yang dikatakan Amien justru dapat menghambat rekonsiliasi.

“Pak Jokowi pasti enggak suka dengan cara begitu, saya yakin Pak Jokowi tidak suka dengan cara pola memandang negara seperti bagi-bagi kue gitu,” ucap Jazilul.

Seperti yang kita ketahui pada Sabtu kemarin (20/7), Amien Rais menyampaikan bahwa rekonsiliasi Jokowi-Prabowo dapat terjadi dengan beberapa catatan. Di antaranya, Jokowi-Maruf mengadopsi ide dan program kubu Prabowo-Sandi. Juga adanya pembagian kursi 55 persen untuk kubu Jokowi dan 45 persen kubu Prabowo.

“Ayo bagi 55-45, itu masuk akal. Kalau sampai disepakati, berarti rezim (Jokowi) ini sudah jalan akalnya. Tapi ini kan enggak mungkin,” ucap Amien.

“Kalau mungkin, ya alhamdulillah, negeri ini bisa kokoh sekali karena ide Prabowo akan dilaksanakan. Tapi kalau tidak mau, ya sudah kita di luar. Oposisi,” tegas Ketua Dewan Kehormatan PAN itu menambahkan.

Sementara itu dalam syarat yang diajukan, Amien Rais meminta jatah kursi sebanyak 45 persen untuk oposisi dan 55 persen bagi koalisi tersebut, Ace Hasan Syadzily selaku Ketua DPP Partai Golkar, “Kami yang menang tapi kok dia yang menentukan syarat. Itu namanya tidak mau rumongso (memiliki rasa),” ujarnya Minggu (21/7/19) kemarin.

Dalam keterangannya lebih lankut,Ace menyebut, sebetulnya koalisi pemerintah tidak pernah menutup pintu bagi siapapun yang ingin bergabung  membangun Indonesia.

“Dalam kampanye dan debat tersebut jelas sekali terjadi beberapa perbedaan mendasar tentang arah Indonesia lima tahun ke depan,” tukasnya.

Penulis & Editor: Sulis Sutrisna, S.Pd., S.E., M.M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here