Unicorn Indonesia Bantah Telah Dikuasai Singapura, Kepala BKPM Ralat Ucapannya

0
186
Foto : jogjainside

Jakarta, namalonews.com – Sebagaimana diketahui, Thomas Lembong se laku Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah membuat heboh masyarakat terkait pernyataannya bahwa empat unicorn Indonesia telah diakui Singapura, berdasarkan riset Google dan Temasek.

Keterangan tersebut keluar karena para unicorn mendapatkan pendanaan lewat Singapura dan induk perusahaan terdapat di sana. Thomas Lembong, merasa kebingungan karena para unicorn kerap mengumumkan soal investasi dan pendanaan. Akan tetapi nilainya tidak masuk dalam arus modal perusahaan di Indonesia.

Terkait pernyataan tersebut,  para Unicorn Indonesia pun bereaksi dan menepisnya sontak menyatakan bahwa mereka masih milik Indonesia dan sepenuhnya bisnis mereka berada di tanah air.

“Tentunya penyaluran investasi tersebut terserap di Indonesia,” kata Direktur Humas Traveloka, Sufintri Rahayu, di Jakarta pada Selasa (30/7/2019) kemarin malam.

Traveloka, menegaskan investasi hasil penggalangan dana (fundraising) digunakan untuk mengembangkan perusahaan. “Investasi dari fundraising kami tentunya disalurkan untuk pengembangan perusahaan Traveloka, sebagai perusahaan rintisan asal Indonesia,” kata Sufintri.

Sementara itu Bukalapak, salah satu perusahaan rintisan (startup) yang menyandang gelar unicorn, “Yang jelas, Bukalapak adalah perusahaan yang lahir dan besar di Indonesia,” kata Kepala Komunikasi Korporat Bukalapak Intan Wibisono dalam pesan singkatnya.

Selain itu juga Tokopedia sebagai platform dagang dalam jaringan (online) menyatakan, “Kami tidak mempunyai induk perusahaan di negara lain. PT Tokopedia sejak awal selalu beroperasi di Indonesia,” kata Wakil Direktur Komunikasi Korporat Tokopedia Nuraini Razak.

“Tokopedia didirikan selaku PT Indonesia. Saat ini, Tokopedia terdaftar sebagai penanaman modal asing (PMA), di mana seluruh perizinan dari BKPM sudah kami dapatkan. Kami juga berkomitmen untuk terus menjadi perusahaan Indonesia dan menaati seluruh peraturan dan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Seluruh penanaman modal terhadap Tokopedia masuk ke Indonesia sebagai penanaman modal langsung,” katanya.

Thomas Lembong pun akhirnya meralat pernyataan yang disampaikannya terkait empat unicorn yang diklaim Singapura dalam laporan Google dan Temasek.

“Maaf & ralat: @tokopedia dan @bukalapak sudah klarifikasi ke saya, @gojek indonesia sudah klarifikasi ke publik: mereka tidak pakai induk perusahaan di Singapura, tapi sepenuhnya PT PMA di Indonesia… Saya bicara terlalu jauh, mengomentari bahan Google-Temasek ini,” katanya seperti dikutip dari akun tersebut, Selasa  (30/7/2019) kemarin.

Sebagaimana kita ketahui sebelumnya, Thomas menjelaskan, induk dari empat perusahaan unicorn asal Indonesia memang berada di Singapura.  Denagn demikian saat ada investor yang ingin menanamkan modalnya di perusahaan tersebut, harus terlebih dahulu mampir ke Singapura.

“Dan seringkali masuknya itu bukan dalam bentuk investasi tapi oleh induk unicorn Singapura, langsung bayar ke vendor atau supplier Indonesia,” kata Thomas.

“Jadi yang sedikit membingungkan ada pengumuman bahwa Grab akan investasi lagi sekian dan Gojek baru dapat fundraising, tapi tidak nongol dalam arus modal masuk dalam bentuk investasi. Jawabannya masuk berbentuk investasi ke Singapura, induknya,” terangnya.

Penulis & Editor: Sulis Sutrisna, S.Pd., S.E., M.M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here