Tunggak Utang, Aset Lapindo Terancam Disita

0
67
Foto : sbs.com

Jakarta, namalonews.com – Kementrian Keuangan (Kemenkeu) mengirimkan surat penagihan pertama terhadap PT Minarak Lapindo Jaya yang memiliki utang kepada pemerintah. Anak perusahaan Lapindo Brantas Inc tersebut belum melakukan pembayaran meskipun sudah lewat jatuh tempo.

Jatuh tempo pembayaran utang Lapindo pada 10 Juli 2019 kemarin, sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani pada 2015 lalu.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata menjelaskan, pembayaran utang baru dilakukan sekali pada akhir tahun lalu. Setelah itu belum ada lagi update pembayaran hingga saat ini.

“Masih tetap sama seperti yang saya sampaikan di DPR pada waktu itu. Ya kita sedang proses penagihan,” ujar Isa, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Sampai saat ini pembayaran utang yang dilakukan Lapindo baru hanya sebesar Rp 5 miliar pada Desember 2018 lalu. Padahal jumlah utang Lapindo mencapai Rp773,8 miliar dengan bunga 4%.

Menurutnya, Lapindo rutin menginformasikan kepada Kementerian Keuangan mengenai progress dari sertifikasi aset-aset yang telah dijadikan jaminan. Adapun aset tersebut berupa tanah yang telah dibeli dari masyarakat.

“Mereka lapor. Tapi ya kan kita inginnya bayar ya,” sambungnya.

Isa menekanakan bahwa jika Lapindo tak kunjung bayar juga maka Pemerintah akan terpaksa menyita aset-aset yang telah dijaminkan.

“Pada akhirnya bisa (sita aset) kalau kita kemudian sudah menyerahkan kepada panitia urusan piutang negara ya. Nanti kan ada satu lembaga di negara kita ini dibentuk dengan UU 49,” ucapnya.

Pihak Isa memang tidak akan langsung menyita karena mengikuti prosedur perundangan. Pertama akan disurati terlebih dahulu, jika tak kunjung bayar maka akan sampai pada tahap penyitaan.

“Ya kita yang  jelas tahapannya itu kita misalnya harus menagih pertama, nanti menagih kedua, menagih ketiga. Setelah tiga kali kita bisa serahkan kepada panitia urusan piutang negara,” tegasnya.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here