Gajah Lebih Tahan Terhadap Penyakit Kanker Dibandingkan Manusia

0
34
Foto : Kupastuntas

Jakarta, namalonews.com – Gajah adalah mamalia besar dari famili Elephantidae dan ordo Proboscidea. Hewan ini ternyata memiliki daya tahan yang baik dalam melawan penyakit kanker dibandingkan manusia.

Dalam beberapa tahun terakhir, kanker menjadi salah satu penyakit mematikan bagi manusia. Dalam upaya melawan kanker, setidaknya manusia perlu berguru pada gajah.

Ternyata hewan berbelalai panjang ini memiliki mekanisme unik dalam melawan tumbuhnya kanker. Gajah punya 12 gen khusus pelawan kanker plus tambahan satu gen super pelawan kanker. Sedangkan manusia cuma memiliki satu gen pelawan kanker.

Dalam studi di tahun 2015 ilmuwan telah mengetahui gajah memiliki salinan 20 gen TP53 dalam melawan kanker. Gen tersebut tidak hanya khusus dimiliki gajah saja, sebab riset menunjukkan gen tersebut dimiliki juga oleh sebagian besar binatang lainnya.

Gen TP53 diketahui menghasilkan protein yang mendeteksi kerusakan sel DNA dan mengirim sinyal perbaikan sel serta memperbaiki sel yang rusak sehingga tidak berkembang menjadi sel kanker.

Foto : AP Photo

Sebuah studi baru yang dilakukan Juan Manuel Vazquez dari Departemen Genetik Manusia Universitas Chicago, Amerika Serikat beserta dan timnya, menemukan ada tambahan satu gen lagi yang dimiliki gajah dalam mekanisme melawan kanker. Gen yang dimaksud yaitu LIF6.

“Apa yang begitu luar biasa bagi saya dalam gajah ini adalah bukan satu mekanisme melawan kanker,” ujar ilmuwan biologi sel dari Universitas Utah School of Medicine, Salt Lake City, Amerika Serikat dikutip dari Science News, Rabu,(14/8/2019).

Juan Manuel Vazquez yang juga turut dalam studi gen pelawan kanker gajah pada 2015, mengungkapkann, gen LIF6 ini hanya ditemukan di gajah dan sebangsanya.

Gen ini dipicu oleh gen TP53, untuk melawan kanker. Peneliti menyebutkan gen LIF6 merupakan gen zombi, sebab gen pelawan kanker ini dibangkitkan kembali dari fosil gajah yang mati.

Dalam penelitian tersebut, gen LIF6 ternyata telah dimiliki gajah sejak 59 juta tahun lalu, saat hewan ini berevolusi yang membuat tubuhnya meraksasa.

Dalam studi terbaru tersebut, tim ilmuwan menguji data autopsi gajah dari Kebun Binatang San Diego Amerika Serikat dan hampir 650 gajah yang mati.

Peneliti menemukan angka gajah yang mati karena kanker tergolong kecil, cuma 4,8 persen. Bandingkan dengan angka pada manusia yang mencapai kisaran 11 sampai 25 persen.

Dengan fakta tersebut, ilmuwan meyakini memahami mekanisme gajah ini bisa memberikan wawasan baru dalam perlawanan kanker pada manusia.

Penulis : Gus Anto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here