Pemerintah Belum Terbitkan Aturan Pemblokiran Ponsel BM via IMEI

0
47
Foto : Blog Alfacart

Jakarta, namalonews.com – Pemerintah masih terus menyiapkan kebijakan pemblokiran ponsel ilegal atau Black Market via International Mobile Equipment Identity (IMEI) di Indonesia.

Sebelumnya, aturan ini akan diterbitkan bersamaan dengan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus. Namun, aturan tersebut batal untuk diterbitkan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan masih menunggu  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

“Lead sector-nya Pak menkominfo dan Menperin. Kita sama-sama, tapi leading sector-nya mereka ” kata Enggar di Jakarta, Senin (19/8/2019).

Sedangkan, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan ia belum bisa memastikan jadwal penandatanganan aturan IMEI.

Regulasi IMEI sebenarnya melibatkan tiga kementerian, yaitu Kominfo, Perindustrian, dan Perdagangan. Namun, adanya aturan pajak membuat Kominfo perlu berkoordinasi lebih lanjut dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Saya belum tahu karena harus konsultasi juga ke Menteri Keuangan. Karena kan ada kaitannya dengan pajak. Kalau nanti orang nanya pajaknya gimana. Selain itu juga harus koordinasi sama Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan,” ujar Rudiantara di Istora Senayan, Senin (19/8/2019).

Untuk diketahui, IMEI adalah identitas internasional yang dikeluarkan oleh Global System for Mobile Association (GSMA) yang terdiri dari 15 (lima belas) digit nomor desimal unik yang diperlukan untuk mengidentifikasi Alat dan/atau Perangkat Telekomunikasi yang tersambung ke jaringan telekomunikasi bergerak seluler.

Setelah aturan IMEI ini berlaku setiap perangkat yang IMEI tak terdaftar tidak akan bisa menggunakan jaringan seluler dan operator di Indonesia. Ponsel ini hanya bisa menggunakan SIM card luar negeri atau untuk foto.

Sistem yang akan digunakan nantinya untuk pemblokiran ponsel BM bernama Device Identification, Registration, and Blocking System (DIRBS). DIRBS merupakan sistem yang dikembangkan oleh Qualcomm dengan software open source.

DIRBS juga memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, mendaftarkan, dan mengontrol akses jaringan seluler melalui nomor IMEI ponsel.

Penulis : Muhammad Izzul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here