Pemerintah Provinsi Papua Meminta Agar Pemblokiran Internet Segera Dicabut

0
278
Foto : techno.id

Jakarta, namalonews.com – Pemerintah Provinsi Papua meminta agar internet segera diaktifkan kembali karena dengan adanya pembelokiran ini aktivitas pemerintahan terganggu.

Namun demikian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan tidak akan mengaktifkan internet apabila tidak ada surat rekomendasi “kondusif” dari aparat keamanan dan masih banyak bertebaran konten-konten video yang diklaim provokatif di media sosial.

Pemblokiran akses internet di Papua dan Papua Barat dilakukan pada Senin (21/08/2019) saat terjadinya aksi unjuk rasa di beberapa wilayah seperti Jayapura, Manokwari, Sorong, dan Fakfak.

Kabag Protokol Biro Humas dan Protokol Pemprov Papua, Gilbert Yakwar mengatakan, birokrasi di Papua lumpuh karena adanya pembelokiran pada internet.

“Kami sangat terganggu dari jalur komunikasi dengan daerah dan pusat. Administrasi yang bersifat elektronik yang biasa masuk setiap hari semua terganggu,” ujar Gilbert kepada Quin Pasaribu, Minggu (25/8/2019).

Gilbert menjelaskan, apabila internet tidak kunjung diaktifkan maka akan menimbulkan kemarahan di masyarakat, sebab masyarakat menggap ada diskriminasi. Itu mengapa Gilbert sangat berharap pada hari Senin (26/08/2019) internet sudah normal.

“Jadi komunikasi jangan dianggap sepele. Internet sudah maju, masyarakat dan pemda sangat butuh akses internet. Indonesia maju dengan internet ya maju untuk semua,” tutupnya.

Penulis : Thoriq Naghi Irawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here